IMAN: Percaya, Bersukacita dan Pewartaan

IMAN: Percaya, Bersukacita dan Pewartaan

Hari Minggu Paskah II [A]

         Peristiwa Kebangkitan Tuhan ternyata tidak serta merta menggugah iman para rasul. Pewartaan akan kebangkitan-Nya tidak mudah diterima oleh orang-orang terdekatnya. Perempuan-perempuan yang pagi-pagi benar mendapati kubur kosong, para murid dalam perjalanan ke Emaus, Para Rasul yang akhirnya kembali menjala ikan: sungguh menggambarkan ternyata Kebangkitan Tuhan saja belum cukup menghidupkan iman para rasul. 

         Penampakan Tuhan yang kita dengar dalam bacaan Injil minggu adalah menggambarkan bagaimana Tuhan tidak menginginkan para murid-Nya kehilangan iman dan harapan. Ia menampakkan diri-Nya di depan para rasul yang sedang bersedih, kecewa, ketakutan dan kehilangan harapan. Di antara mereka, ada Thomas yang radikal : “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya sekali-kali aku tidak akan percaya”. 

         Penampakan Tuhan sekaligus menjadi teguran keras kepada Thomas yang tidak mendengarkan dan percaya akan kesaksian dan pewartaan para rasul yang lain akan kebangkitan-Nya. Beriman berarti mempercayai apa yang diwartakan. Bahkan tanpa perlu melihat, membuktikan atau menyentuh Tubuh Yesus yang bangkit. 

         Percaya akan apa yang diwartakan, Kabar Sukacita akan Kebangkitan Tuhan membawa Sukacita dalam kehidupan para rasul. Sukacita Iman akan Kebangkitan Kristus mendorong Rasul-rasul untuk senantiasa bersaksi bahwa Kristus hidup. Yesus sendiri berpesan, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!” [Mrk 16:15]

… Hening Sejenak …