Bersukacita bersama Bunda Maria berarti tidak hanya berhenti pada euforia salam/sukacita/rejoice/Chairē semata-mata.
Bunda Maria memberi tanggapan atas kabar sukacita itu dengan menyerahkan segala keraguan, kecemasan dan ketakutannya ke dalam kuasa Tuhan yang tak terbatas.
Jawaban malaikat Gabriel: “Sesungguhnya, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil” [Luk 1:37] menjadi titik balik segala permenungan batin – dialog mendalam antara Bunda Maria dengan Allah yang diakhiri dengan seruan iman: “ecce ancilla Domini fiat mihi secundum verbum tuum” [Luk 1:38].
Podcast: Play in new window | Download