Marilah kita menjadi seperti Yohanes Pembaptis, bersukacita bukan karena diri kita sendiri: bukan karena identitas [status sosial atau jabatan] bukan karena ‘kata orang’ tentang siapa diri kita.
Bersukacitalah karena kita mau bersaksi dan menjadi misionaris Kristus. Kristuslah yang menjadi pusat dan isi pewartaan kita. Santo Paulus mengamininya dengan berseru: “bersukacitalah senantiasa! Tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kamu di dalam Kristus Yesus”.
GAUDETE
Podcast: Play in new window | Download