Hari Minggu Sabda Allah Hari kelima Pekan Doa Sedunia Bacaan I Yes. 8:23b-9:3; Mzm. 27:1,4,13-14; Bacaan II 1Kor. 1:10-13,17; Bacaan InjilMat. 4:12-23
Saudara Terkasih
Injil yang kita dengar hari ini menggambarkan kisah tentang Yesus yang memanggil para murid pertama-Nya. Apa yang menarik dari kisah ini? Pertama-tama, Yesus menakankan salah satu tugas pewartaan-Nya di dunia ini yaitu dengan menyerukan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” [Mat 4:7]. Seruan pertobatan Yesus bukanlah seruan biasa, misalnya hanya untuk mengubah apa yang kelihatan di mata manusia. Pertobatan yang dimaksudkan Yesus adalah untuk “kembali kepada Bapa”. Sebuah tindakan totalitas manusia untuk meninggalkan cara hidup bahkan tujuan hidup yang lama [harta, kekayaan, status dan kedudukan dalam perkerjaan, dll]. Yesus mengingatkan kita bahwa tujuan hidup kita adalah bersatu dengan Allah dengan membiarkan Allah meraja dalam kehidupan kita. Karena itu Yesus mengajak kita untuk “kembali kepada Bapa” yang hadir dalam diri-Nya sendiri dengan menyerukan “kerajaan Sorga sudah dekat”. Maka seruan pertobatan hendaknya dilihat sebagai seruan untuk kembali kepada Bapa, Sang Sumber Kehidupan yang hadir dalam diri Tuhan Kita Yesus Kristus. Karena itu, pertobatan berkaitan dengan sikap kita menanggapi Allah.
Tanggapan kita atas sapaan atau panggilan Allah adalah menjadi aspek penting dalam pertobatan. Iman akan Allah yang hadir dalam diri Yesus Kristus menjadi pusat seruan pertobatan. Tugas utama seorang yang beriman akan Kristus adalah dengan mendengarkan dan melakukan Sabda-Nya: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” [Rm 10:17]. Pertobatan adalah tindakan terus-menerus mendengarkan Sabda Tuhan dan melakukannya.
Seruan pertobatan dalam Injil hari ini dilanjutkan dengan peristiwa Yesus memanggil murid-murid pertamanya: Simon Petrus dan Andreas, kemudian Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes.
Yesus memanggil mereka dengan seruan: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”
[Mat 4:19].
Respon para murid sangatlah luar biasa: “Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia” [Mat 4:20]. Para murid secara total meninggalkan cara hidup mereka yang lama dan mengikuti Yesus, kembali kepada Bapa. Ajakan Yesus untuk mengikuti-Nya dijawab dengan ketaatan penuh para murid untuk mengikuti Yesus dan menjadi penjala manusia. Para rasul meyakini bahwa: “Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya” [Rm 1:5]. Karena itu pertobatan berarti taat mengikuti Yesus.
Dengan iman yang mendalam, marilah kembali kepada Tuhan, mengikuti Tuhan Kita Yesus Kristus, tekun mendengarkan dan melaksanakan Sabda-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Itulah pertobatan sejati.

Salam Misioner
RDHJ23