Hari Biasa Ef. 6:10-20; Mzm. 144:1,2,9-10; Luk. 13:31-35. Warna Liturgi Hijau
Saudara Terkasih,
Dalam Injil hari ini, kita mendengarkan dengan jelas berita tentang ancaman kematian Yesus. Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau” [Luk13:31]. Salah satu ancaman yang nyata terhadap karya Yesus tentang pewartaan Kerajaan Allah lewat berbagai pengajaran dan perbuatan-Nya. Dalam misinya, tak dapat dipungkiri bahwa Yesus berjumpa dengan kelompok orang yang berlawanan dengan berbagai pengajaran-Nya.
Injil menampilkan beberapa kelompok yang bertentangan dengan menjadi tantangan dalam karya misi Yesus: Keluarga dan Kerabat [Luk 4:24-29; Mat 13:55-57; Mrk 3:21 dan Yoh 7:3-5]. Yesus mengakui bahwa orang-orang terdekatlah yang berpotensi menjadi tantangan terberat dalam karya misi pewartaan Kabar Sukacita. Ia menegaskan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya” [Luk 4:24]. Para Pemimpin Religius [Mat 12:14; Yoh 11:47-53]. Yesus selalu dihadapkan dengan orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat, kelompok orang terkemuka yang merasa pengajaran Yesus mengusik keberadaan dan kedudukan mereka di masyarakat. Karena itu, mereka bersekongkol untuk membunuh Yesus: “Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia” [Mat 12:14]. Para Pemimpin Politik [Mat 2:13-14; Luk 13:31]. Penolakan hingga ancaman pembunuhan Yesus telah ada sejak peristiwa kelahiran-Nya ke dunia. Herodes, seorang penguasa, menjadi simbol perlawanan terhadap terhadap karya keselamatan dan misi pewartaan.
Kritikan, penghasutan, serta ancaman pembunuhan terhadap Yesus tidak membuat-Nya takut. Injil hari ini menggambarkan bagaimana Yesus melawan segala bentuk kritikan hingga persekongkolan pembunuhan-Nya dengan cara yang special. Ia justru menegaskan kembali tugas dan karya misinya. Dengan memerintahkan orang Farisi untuk “Pergilah dan katakanlah” segala bentuk mukjizat yang telah dilakukan-Nya, Yesus menegaskan kembali misi pewartaan Kerajaan Allah. Orang-orang Farisi yang membawa kabar ancaman kematian oleh Herodes diminta untuk mewartakan Kabar Sukacita tentang Yesus yang “mengusir setan dan menyembuhkan orang” [Luk 13:32]. Yesus semakin memperjelas tujuan kedatangan-Nya ke dunia: untuk menyelamatkan manusia lewat sengsara dan wafat di kayu salib. Dengan demikian, tugas misi tidak pernah dan tidak boleh berhenti hanya karena ancaman atau karena tantangan duniawi. Yesus menekankan:
Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku
Luk 13:33
Sebagai murid-murid misioner, hendaknya kita pun tidak mudah menyerah dalam menjalankan tugas misi pewartaan Injil dalam kehidupan kita masing-masing. Sistem pergaulan, keluarga dan kerabat, orang-orang di sekitar kita dapat menjadi penghalang namun sekaligus menjadi tantangan dan kesempatan baru bagi kita. Yesus mengajarkan kita semangat “mission-oriented” yang senantiasa fokus pada tugas pewartaan.
Salam Misioner -RDHJ23