Maria, Ratu Rosario, Model Murid Misioner

Maria, Ratu Rosario, Model Murid Misioner

7 Oktober 
Peringatan Wajib 
Santa Perawan Maria, Ratu Rosario
Kis. 1:12-14; 
Mzm.: Luk. 1:46-47.48-49.50-51.52-53.54-55; 
Luk. 1:26-38. 
Warna Liturgi Putih

Saudara Terkasih, 

Dalam Injil hari ini, kita mendengarkan Pewartaan [annuntiatio] Kabar Gembira Kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Injil Lukas menggambarkan Allah  mengutus Malaikat Gabriel ke Nazareth untuk menyampaikan Kabar Sukacita kepada seorang wanita muda bernama Maria. Pewartaan itu diawali dengan sebuah sapaan khas: “Salam Maria, penuh Rahmat”. Sebuah sapaan yang diyakin hanya ditujukan kepada Maria, Ibu Tuhan [Santo Ambrosius]. Sebuah salam yang kemudian menjadi bagian doa Maria paling dikenal hampir di seluruh dunia, Doa Salam Maria. 

Dalam Injil yang kita dengar, Lukas menggambarkan sosok Bunda Maria sebagai seorang murid misioner Yesus yang paling sempurnya. Ia tidak hanya mengikuti Yesus Putera-Nya, namun melakukan ajaran-Nya secara paling sempurna. Kemuridan Misioner Bunda Maria dalam Injil ini dapat dilihat dari imannya yang mendalam atas pewartaan Kehendak Tuhan.

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”

[Luk 1:38].

Seorang murid misionaris menunjukkan penyerahan diri yang total atas Penyertaan Ilahi dalam tugas dan karya kita. Seperti Bunda Maria, terkadang, kita pun dipenuhi oleh ‘tanda tanya’ dan keraguan, baik terhadap diri sendiri, maupun terhadap kuasa Ilahi. “Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu” [Luk 1:29]. Ketakutan dan keraguan senantiasa berkaitan dengan iman. Maria menunjukkan murid misioner yang sungguh beriman dan dengan teguh menyatakan kesiapannya mengambil bagian dalam Karya Keselamatan. Maria adalah seorang Ibu yang penuh iman, ia berjalan dalam iman” [Eavenglii Gaudium, 287]

“Maria, adalah Bunda Gereja yang mewartakan Kristus dan tanpa Bunda Maria, kita tidak pernah sungguh mengerti semangat pewartaan” [EG 284]. Dengan semangat misioner Bunda Maria itulah hendaknya kita mendoakan doa Salam Maria, Doa Rosario dan doa devosi Maria lainnya. Berdoa Rosario hendaknya sampai pada jawaban “Ya” atas Sabda Tuhan dalam diri kita. 

Salam Misioner

RDHJ