{"id":924,"date":"2022-03-06T04:34:28","date_gmt":"2022-03-05T21:34:28","guid":{"rendered":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/?p=924"},"modified":"2022-03-06T04:36:15","modified_gmt":"2022-03-05T21:36:15","slug":"pertobatan-a-personal-intimacy-with-god","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/2022\/03\/06\/pertobatan-a-personal-intimacy-with-god\/","title":{"rendered":"A Personal Intimacy with God"},"content":{"rendered":"\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Quaresima | Masa Tobat \nMinggu I \/ C \nBacaan I Ul. 26:4-10; \nMzm. 91:1-2,10-11,12-13,14-15; \nBacaan II Rm. 10:8-13; \nBacaan Injil Luk. 4:1-13. \n<\/pre>\n\n\n\n<p id=\"block-56ae4b26-ee06-4d44-8a11-9a650fcd8b86\">Saudara Terkasih,  <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-drop-cap\" id=\"block-56ae4b26-ee06-4d44-8a11-9a650fcd8b86\">Mengawali empat puluh hari masa tobat, kita diingatkan untuk mengisi masa pertobatan ini secara dewasa dan penuh pengharapan.  Dalam Bacaan Injil Hari Rabu Abu lalu, Yesus mengajarkan bagaimana hendaknya kita melakukan tindakan pertobatan.  Pertobatan hendaknya diisi dengan tiga hal mendasar yang disebut sebagai kewajiban beragama, yaitu  bersedekah, berdoa dan dan berpuasa [Lih. Matius 6:1-6.16-18]. Menariknya, Yesus mengawali pengajaran-Nya dengan mengingatkan  para murid untuk tidak &#8220;show-off&#8221; dalam kaitannya dengan pertobatan. <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>&#8220;Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.&#8221; <\/p><cite>Mat 6:1<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p id=\"block-0d49d04d-64c6-4fd8-87f7-68fa665603eb\">Pertama-tama, pertobatan itu hendaknya bersifat<em><strong> personal<\/strong><\/em>.  Pertama-tama, Allah sendirilah yang bertindak untuk mengampuni, mengasihi dan menyelamatkan umat-Nya. Yesus sendiri bersabda, <em>&#8220;Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati&#8221;<\/em> [Luk 6:36]. Karena itu, pertobatan personal hendaknya merupakan penyesalan diri, niat untuk kembali kepada Bapa dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Secara ekstrem, Injil bahkan mengatakan, jika bersedekah, maka hendaknya tidak diketahui oleh tangan yang lain. Berdoa bukan di tempat umum agar dilihat orang. Apalagi berpuasa, &#8220;Basuhlah mukamu, minyakilah rambutmu&#8221;. Perintah Injil sangatlah jelas: Pertobatan itu personal.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertobatan itu <em><strong>spesial.<\/strong><\/em> Selain personal, masa pertobatan adalah masa yang khusus, karena kita secara special diberikan kesempatan untuk membangun kembali relasi yang <em>intim <\/em> dengan Tuhan. Tindakan amal, berdoa dan berpuasa yang kita lakukan hendaknya bertujuan untuk membangun <em><strong>intimacy with God<\/strong> <\/em>[hubungan yang <em>intim<\/em> atau special dengan Tuhan] dan bukan untuk dilihat dan dipuji-puji orang lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Injil hari ini, tindakan Yesus menggambarkan bagaimana membangun<em> intimacy with God<\/em>. Karena tuntunan Roh Kudus, Yesus menyendiri untuk berdoa, berpantang dan berpuasa selama empat puluh hari. Untuk mengawali karya-Nya, Yesus menempatkan <em>intimacy <\/em>atau relasi yang sangat special dengan Allah sebagai dasar karya keselamatan-Nya. Karena <em>intimacy<\/em> itulah, Yesus menyapa Allah dengan &#8220;Abba, Bapa&#8221; [Mark 14:16]. Yohanes bahkan menyebut bahwa pengenalan Yesus akan Allah Bapa itu sangatlah sempurna: &#8220;Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya&#8221; [Yoh 1:18]. <\/p>\n\n\n\n<p>Maka, di masa Tobat, hendaklah kita berusaha untuk senantiasa membangun <em>intimacy with God <\/em>[hubungan yang spesial dengan Tuhan] dengan cara pertobatan pribadi dalam berbagai hal. Mari kita senantiasa berusaha untuk tidak hanya memfokuskan diri kita pada jenis atau bentuk pantang dan puasa. Biarlah itu semua menjadi kesadaran [dan pengetahuan] pribadi kita masing-masing. Jika sedekah, pantang dan puasa serta doa kita menjadi konsumsi masyarakat umum, maka di saat itulah kita jatuh pada <em><strong>show-off<\/strong><\/em> praktek religius. Belajar dari apa yang dilakukan Yesus di padang gurun, tantangan dan godaan itu akan sirna jika kita memiliki <em><strong>intimacy with God<\/strong><\/em>. Pertobatan adalah waktu bagi kita untuk merenungkan kembali seberapa pantaskah kita menyebut Allah sebagai Bapa; sedalam apakah <em>relasi<\/em> kita dengan Tuhan. <\/p>\n\n\n\n<p>Selamat menjalani masa pertobatan empat puluh hari. <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Salam Misioner<\/p>\n\n\n\n<p>RDHJ<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Quaresima | Masa Tobat Minggu I \/ C Bacaan I Ul. 26:4-10; Mzm. 91:1-2,10-11,12-13,14-15; Bacaan II Rm. 10:8-13; Bacaan Injil &hellip;<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":925,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[22,7],"tags":[13,17,19,18],"class_list":["post-924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-homily","category-sunday-preaching-rdhj","tag-shortcutechism","tag-rdhj2021","tag-renunganmingguan","tag-renunganmisioner"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/IMG_5406.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=924"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":928,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/924\/revisions\/928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}