{"id":704,"date":"2021-10-23T05:18:02","date_gmt":"2021-10-22T22:18:02","guid":{"rendered":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/?p=704"},"modified":"2021-10-23T05:18:02","modified_gmt":"2021-10-22T22:18:02","slug":"call-of-missionaries","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/2021\/10\/23\/call-of-missionaries\/","title":{"rendered":"Call of Missionaries"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-large-font-size\"><strong><em>\u201cKami tidak mungkin untuk tidak berkata-kata tentang apa<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\"><strong><em>yang telah kami lihat dan kami dengar\u201d (Kis. 4:20<\/em><\/strong>)<\/p>\n\n\n\n<p>Para Saudara terkasih,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-drop-cap\">Hari ini kita merayakan Hari Minggu Misi sedunia 2021, yang tahun ini mengambil inspiasi misioner dari Kis 4:20. Dalam Pesan Apostolik Hari Minggu Misi Sedunia, Paus Fransiskus menekankan tindakan pengutusan [Misi] itu berdasarkan pada cinta dan belas kasih Allah. Karena cinta dan belaskasih-Nya, Allah mengutus Putra-Nya ke dunia untuk menyelamatkan manusia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Paus Fransiskus menggambarkan Misi Belas Kasih itu sebagai perintah untuk <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>\u201cpergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu\u201d <\/em><\/strong>[Mat 22:9].\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\"><strong>Misi: Panggilan Allah, Tindakan Gereja dan Perwujudan Cinta serta belaskaasih Allah dalam kehidupan sehari-hari&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini, kita semua diundang untuk merenungkan kembali panggilan misioner kita sebagai pengikut Kristus. Suatu tugas perutusan yang tidak berdasarkan pada keadaan pribadi kita masing-masing; melaikan pertama-tama karena tindakan cinta kasih Allah. Kita semua dipanggil dan diutus Allah ke dunia untuk mewartakan [Mat 28:19-20; Mark 16:15; Yoh 20:21; Kis 1:8]. Tugas perutusan adalah Panggilan Allah bagi setiap manusia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/summary2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-712\" width=\"175\" height=\"292\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\"><\/div><\/div>\n\n\n\n<p>Kesaksian Petrus dan Yohanes [Kis 4:20] yang dikutip Paus Fransiskus sebagai tema Hari Minggu Misi Sedunia 2021 ini merupakan kesaksian Gereja perdana akan Kristus yang sengsara, wafat dan bangkit. Eksistensi dan tugas misi pewartaan kabar sukacita menjadi hal yang saling berkaitan. Gereja ada untuk mewartakan Kritus yang bangkit; begitupun sebaliknya, Pewartaan itu menjadikan Gereja tetap hidup hingga abad XXI ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang dapat kita lakukan di masa pandemi ini, Paus Fransiskus mengajak kita untuk menjadi <strong>Misionaris Harapan<\/strong>, yang membawa harapan kepada sesama: Mencari kesempatan untuk bertemu, peduli, dan menawarkan belas kasih; sekalipun dalam konteks&nbsp; \u201cJaga Jarak\u201d. Dengan demikian, kita berani mewujudkan misi Allah, Misi Belas Kasih [Mission of Compassion]: Allah yang mau menjadi manusia, sengsara, wafat dan menyalamatkan kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Marilah kita menjadi Misionaris-misionari harapan dengan cara kita masing-masing, dalam keterbatasan dan kelemahan kita. Karena Allah selalu hadir, walaupun dalam keadaan tersulit dan terpuruk sekalipun dalam kehidupan kita masing-masing<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Salam Misioner<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKami tidak mungkin untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan kami dengar\u201d (Kis. 4:20) Para Saudara terkasih,&nbsp; &hellip;<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[9,11],"tags":[13],"class_list":["post-704","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article-book-review-2","category-missiology","tag-shortcutechism"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=704"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/704\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":713,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/704\/revisions\/713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}