{"id":546,"date":"2020-11-15T09:25:15","date_gmt":"2020-11-15T02:25:15","guid":{"rendered":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/?p=546"},"modified":"2020-11-16T08:07:21","modified_gmt":"2020-11-16T01:07:21","slug":"kerja-kerja-kerja-namun-bukan-gila-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/2020\/11\/15\/kerja-kerja-kerja-namun-bukan-gila-kerja\/","title":{"rendered":"\u201cKerja, Kerja, Kerja&#8230; Namun, Bukan Gila Kerja\u201d"},"content":{"rendered":"\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Kalender Liturgi 15 Nov 2020\nMinggu Pekan Biasa XXXIII\nPF S. Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja\nWarna Liturgi: Hijau\nBacaan I: Ams 31:10-13.19-20.30-31\nMazmur Tanggapan: Mzm 128:1-2.3.4-5\nBacaan II: 1Tes 5:1-6\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:4a.5b\nBacaan Injil: Mat 25:14-30<\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para Saudara yang terkasih,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-drop-cap wp-block-paragraph\">Hari ini Yesus menegaskan dalam Injil tugas dan tanggung jawab kita terhadap setiap tugas, talenta atau bahkan rahmat yang Tuhan berikan kepada kita. Kebaikan Allah digambarkan sebagai suatu tindakan baik hati seorang tuan yang memercayakan hartanya kepada para hambanya: ada yang lima, dua dan satu talenta sesuai dengan kemampuan masing-masing.\u00a0Kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita bukan tanpa batas. <strong><em>\u201cLama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu, lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.\u201d <\/em><\/strong>Tuhan sendiri memberi batas waktu bagi kita untuk bertanggung jawab atas hidup kita masing-masing.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKerja, kerja, kerja\u201d adalah suatu slogan yang penting bagi kita membaca perikop ini. Tuhan ingin agar kita menjadi anak-anak-Nya yang aktif bekerja mengembangkan semua talenta yang kita miliki. Karena, \u201csemua itu ada waktunya\u201d seperti kata pengkotbah. Ajaran Sosial Gereja menekankan pentingnya aspek \u201cpribadi\/manusia\u201d dalam kaitannya dengan bekerja. Hal ini berlawanan dengan \u201cmodal\u201d yang sering ditekankan oleh kaum kapitalis [lih. <strong><em>Laborem Excercens 12<\/em><\/strong>]. Dalam bekerja, manusia adalah subjek utama bertanggung jawab atas apa yang dipercayakan kepadanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Talenta adalah modal yang Tuhan berikan kepada setiap manusia. Oleh karena itu, sebagai manusia, kita diminta untuk senantiasa bertanggung jawab sebagai subjek \u2018kerja\u2019 itu sendiri. Modal [talenta] bukanlah yang utama dalam hal ini, karena setiap orang diberikan \u2018modal\u2019 sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Tuhan menginginkan agar kita dapat menjadi pribadi yang menjadi tuan atas modal\/talenta itu dan bukan sebaliknya. Karena jika modal atau talenta yang menjadi tolak ukur, maka kita bukan lagi<strong><em> \u201ckerja..kerja..dan kerja\u201d <\/em><\/strong>sebagai pertanggung jawaban kita atas rahmat talenta itu, melainkan menjadi manusia yang <strong><em>\u2018gila kerja\u2019 [workaholic].<\/em><\/strong> Modal menjadi yang utama sehingga berkerja hanya untuk menumpuk, memperoleh atau bahkan menguasai modal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, dalam Ensiklik <strong><em>Rerum Novarum<\/em><\/strong>, Paus Leo XIII juga menekankan aspek sosial dari bekerja, yaitu untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Tidak dapat dipungkiri, bahwa dengan bekerja, kita memperoleh keuntungan pribadi, namun di saat yang bersamaan kita pun diajak untuk dapat bekerja bersama-sama dengan orang lain demi terciptanya keuntungan bersama, kebaikan bersama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antara, ketiga gambaran manusia yang memperoleh talenta itu: koordinasi, kolaborasi dan berkerja bersama-sama menjadi aspek penting untuk kita kembangkan saat-saat ini. Karena bekerja bukan hanya untuk sekadar memperoleh \u2018modal\u2019, maka marilah kita senantiasa menjadi Subjek atas perkerjaan itu demi terciptanya kebaikan bersama di tengah lingkungan masyarakat kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, waktu yang Tuhan berikan kepada kita tidak menjadi sia-sia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Misioner<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teks Ibadat Sabda <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Ibadat-sabda-Hari-Minggu-Biasa-XXXIII-.pdf\">https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Ibadat-sabda-Hari-Minggu-Biasa-XXXIII-.pdf<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalender Liturgi 15 Nov 2020 Minggu Pekan Biasa XXXIII PF S. Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja Warna Liturgi: Hijau &hellip;<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[13],"class_list":["post-546","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sunday-preaching-rdhj","tag-shortcutechism"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=546"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":550,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/546\/revisions\/550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}