{"id":537,"date":"2020-11-07T21:35:05","date_gmt":"2020-11-07T14:35:05","guid":{"rendered":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/?p=537"},"modified":"2020-11-07T21:35:05","modified_gmt":"2020-11-07T14:35:05","slug":"pengantin-datang-songsonglah-dia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/2020\/11\/07\/pengantin-datang-songsonglah-dia\/","title":{"rendered":"\u201cPengantin DATANG, songsonglah DIA\u201d"},"content":{"rendered":"\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><strong>Kalender Liturgi 08 Nov 2020<\/strong>\nMinggu Pekan Biasa XXXII\nWarna Liturgi: Hijau\nBacaan I: Keb 6:13-17\nMazmur Tanggapan: Mzm 63:2.3-4.5-6.7-8\nBacaan II: 1Tes 4:13-18\nBait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44\nBacaan Injil: Mat 25:1-13<\/pre>\n\n\n\n<p>Para Saudara terkasih&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-drop-cap\">Dalam Injil hari ini, Yesus memberitakan Kerajaan Allah lewat perumpamaan tentang sepuluh gadis, di antaranya, ada yang bijaksana dan ada yang bodoh. Mengapa Yesus mengumpamakan mereka berdasarkan ukuran \u201cbijaksana dan bodoh\u201d dan bukan soal \u201cbaik atau jahat\u201d? Dalam Matius 7:25-27, dasar yang sama [Bijaksana dan bodoh] yang dipakai oleh Yesus untuk menggambarkan\u00a0 orang yang ingin memperoleh Kerajaan Allah.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa Kebijaksanaan menjadi sangat penting dalam mencapai Kerajaan Allah?<\/p>\n\n\n\n<p>Kitab Suci menyebutnya dengan kata \u2018hikmat\/pengertian\u2019; dan hikmat dapat berkerja dalam diri manusia kita kita menerimanya. Orang yang berhikmat, tidak hanya berdampak pada segi materi, namun terlebih mengarah pada jalan kehidupan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote has-text-align-center is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><strong><span class=\"has-inline-color has-accent-2-color\">Hikmat itu adalah segala-galanya [Ams 4:7]; Karena itu, \u201cberbahagialah mereka yang mendapat hikmat\u201d [Ams 3:13]. Dan arenanya, jalan menuju kehidupan terbuka bagi orang berhikmat [lih. Ams 15:24].\u00a0<\/span><\/strong><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Hikmat atau kebijaksanaan itu adalah rahmat yang Tuhan berikan kepada semua orang: ialah Yesus sendiri, sang Hikmat Allah. Dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini, berhikmat adalah pilihan, pilihan untuk menjadikan Yesus sebagai dasar iman kita sehari-hari. Hikmat Ilahi itu juga telah diberikan kepada sepuluh gadis dalam perumpaan Injil hari ini. Hikmat itu diterima, berdiam dalam hidup lima gadis bijak itu dan berbuah. Buah dari hikmat itu adalah <strong><em>sikap berjaga-jaga untuk senantiasa terikat pada Kristus<\/em><\/strong>. Lima gadis yang lain lebih fokus pada hikmat duniawi sehingga kurang mengambil sikap berjaga-jaga senantiasa dan lebih mementingkan kepentingan diri sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Marilah kita menyadari kehadiran Kristus dalam kehidupan kita masing-masing sebagai Hikmat Ilahi yang memampukan kita untuk mengambil lampu, membawa minyak dan berjaga-jaga senantiasa dalam kehidupan kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan Memberkati<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Misioner<\/p>\n\n\n\n<p>Teks Ibadat Hari Minggu<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Ibadat-sabda-Hari-Minggu-Biasa-XXXII-.pdf\">https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Ibadat-sabda-Hari-Minggu-Biasa-XXXII-.pdf<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalender Liturgi 08 Nov 2020 Minggu Pekan Biasa XXXII Warna Liturgi: Hijau Bacaan I: Keb 6:13-17 Mazmur Tanggapan: Mzm 63:2.3-4.5-6.7-8 &hellip;<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[13],"class_list":["post-537","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sunday-preaching-rdhj","tag-shortcutechism"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=537"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/537\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":542,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/537\/revisions\/542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}