{"id":1227,"date":"2025-06-23T01:40:43","date_gmt":"2025-06-22T23:40:43","guid":{"rendered":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/?p=1227"},"modified":"2025-06-23T01:40:45","modified_gmt":"2025-06-22T23:40:45","slug":"hari-raya-tubuh-dan-darah-kristus-ekaristi-sumber-dan-puncak-hidup-dan-misi-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/2025\/06\/23\/hari-raya-tubuh-dan-darah-kristus-ekaristi-sumber-dan-puncak-hidup-dan-misi-gereja\/","title":{"rendered":"Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus: Ekaristi, Sumber dan Puncak Hidup dan Misi Gereja"},"content":{"rendered":"\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Gn 14:18-20; Ps 110; 1 Cor 11:23-26; Lk 9:11b-17<\/pre>\n\n\n\n<p>Saudara terkasih<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHari Raya Corpus Christi mengajak kita untuk memperbarui setiap tahun keajaiban dan sukacita karunia Tuhan yang menakjubkan ini yaitu Ekaristi,&#8221; demikian&nbsp;Paus Fransiskus&nbsp;mengingatkan kita selama Angelus, di Lapangan Santo Petrus, Sabtu, 23 Juni 2019. Gereja merayakan dengan sukacita Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Mahakudus setelah hari Minggu Tritunggal Mahakudus. Dalam Hal ini, Paus Benediktus XVI yang nenekankan&nbsp;dalam&nbsp;Seruan Apostolik&nbsp;<em>Sacramentum Caritatis<\/em>&nbsp;&#8220;tentang Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak Hidup dan Misi Gereja\u201d bahwa: \u201cDalam roti dan anggur, Kristus memberikan diri-Nya kepada kita dalam jamuan Paskah (lih.&nbsp;Lk&nbsp;22:14-20;&nbsp;<em>1Korintus<\/em>&nbsp;11:23-26), seluruh hidup Allah bertemu dengan kita dan secara sakramental dibagikan kepada kita. Tuhan adalah persekutuan kasih yang sempurna antara Bapa, Putra dan Roh Kudus.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini Injil Lukas menggambarkan peristiwa pengandaan roti. Apa yang bisa kita petik dari kisah ini di Hari Rya Tubuh dan darah Kristus ini?<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Aspek \u201cmisioner\u201d dari peristiwa penggandaan roti.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Injil Lukas secara jelas menempatkan konteks misionaris dalam peristiwa ini. Pertama-tama, bagian ini dimulai&nbsp;&nbsp;dengan&nbsp;&#8220;Yesus (menerima dan) berkata-kata&#8221;. Ini sebenarnya sesuai dengan saat yang tepat dari kembalinya para rasul setelah diutus&nbsp;Yesus \u201cuntuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang&#8221; (Luk 9:2).&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Maka, konteks pengandaan roti ini berkaitan erat dengan peristiwa perutusan. Seperti di digambarkan: \u201cSekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, sehingga hanya mereka saja bersama Dia [Luk 9:10-11]. Namun orang banyak mengikuti dia. Namun, \u201cIa&nbsp;<strong><em>menerima<\/em><\/strong>&nbsp;mereka dan&nbsp;<strong><em>berkata-kata<\/em><\/strong>&nbsp;kepada mereka tentang&nbsp;<strong>Kerajaan Allah<\/strong>&nbsp;dan Ia&nbsp;<strong>menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan\u201d&nbsp;<\/strong>[ay 11]. Inilah yang menjadi tugas perutusan para Rasul [yang diutus] dan&nbsp;kata-kata yang sekarang menemukan penggenapan penuhnya di dalam Yesus.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Misi Yesus &#8220;utuh&#8221; dan yang tanpa lelah <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam Injil, kita lihat, waktu yang \u201ckurang tepat\u201d: Kerajaan Allah yang dilakukan Yesus tetap berlanjut\u00a0<strong>meskipun kelelahan fisik.<\/strong>\u00a0Peristiwa penggandaan roti kemudian disisipkan dalam konteks misi Yesus yang tak kenal lelah untuk Kerajaan Allah ini. Dan semuanya dimulai dengan tindakan penerimaan yang indah, tanda cinta tanpa batas, sampai-sampai melupakan diri sendiri untuk melayani orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Maka Yesus mengarkan para murid untuk menawarkan \u201ctotalitas\u201d diri dalam karya pewartaan. Roti yang dibagikan bukan hanya roti jelai atau gandum, tetap memberikan \u201cdirinya\u201d secara utuh dalam karya Misi dan pewartaan Injil. Itulah yang kita rayakan hari ini Tubuh dan Darah Kristus \/ Ekaristi. Ekaristi akan menjadi roti tubuh-Nya dan darah daging-Nya: \u201cAkulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia (Yoh 6:51)<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Roti Yesus dan tindakan misi pewartaan komunitas umat beriman<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tindakan Yesus yang meminta para rasul untuk memeberi makan, meminta mereka duduk berkelompok dan kemudian membagikan serta mengumpulkan sisa roti. Tindakan misi dan pewartaan bukan hanya tindakan individu melainkan tindakan komunitas yang lahir dari perinta yesus:\u00a0\u201clakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku\u201d\u00a0[Luk 22:19]. <\/p>\n\n\n\n<p>Marilah kita, dengan m erayakan ekaristi, siap untuk pergi dan diutus untuk mewartakan Karya keselamatan Allah yang nyata dalam Tubuh dan Darah Kristus yang kita terima setiap saat sebagai sumber dan puncak hidup dan misi Gereja. <\/p>\n\n\n\n<p>Ita misa est<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>RDHJ<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gn 14:18-20; Ps 110; 1 Cor 11:23-26; Lk 9:11b-17 Saudara terkasih \u201cHari Raya Corpus Christi mengajak kita untuk memperbarui setiap &hellip;<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1228,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[22,7],"tags":[13,19,18],"class_list":["post-1227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-homily","category-sunday-preaching-rdhj","tag-shortcutechism","tag-renunganmingguan","tag-renunganmisioner"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Mass.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1227"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1230,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1227\/revisions\/1230"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}