{"id":1072,"date":"2022-10-13T19:00:00","date_gmt":"2022-10-13T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/?p=1072"},"modified":"2022-10-13T23:48:22","modified_gmt":"2022-10-13T21:48:22","slug":"waspadalah-kepada-kemunafikan-orang-farisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/2022\/10\/13\/waspadalah-kepada-kemunafikan-orang-farisi\/","title":{"rendered":"Waspadalah kepada Kemunafikan Orang Farisi"},"content":{"rendered":"\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">14 Oktober\r\nPeringatan fakultatif \r\nSt. Kalistus I, Paus\r\nEf. 1:11-14; \r\nMzm. 33:1-2,4-5,12-13; \r\nLuk. 12:1-7. \r\nWarna liturgi hijau\r<\/pre>\n\n\n\n<p>Saudara Terkasih,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-drop-cap\">Dalam Injil hari ini, Yesus menekankan dua hal penting yang saling berhubungan satu sama lain. Bagian pertama berkaitan dengan\u00a0<em>kemunafikan\u00a0<\/em>orang Farisi [Luk 12:1-3] dan yang kedua ialah sikap\u00a0<em>takut akan Allah<\/em>\u00a0[Luk 12:4-7]. Dengan tegas Yesus memperingati para pengikutnya dengan berkata: \u201c<em>Waspadalah terhadap ragi, atau kemunafikan orang Farisi<\/em>\u201d. <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Kemunafikan berkaitan dengan upaya manusia memoles tampilan luar dengan hal-hal positif untuk menutup-nutupi keburukan batin, hidup dalam topeng kepura-puraan. Yesus mengecam sikap munafik yang dipertontonkan orang-orang Farisi terutama jika berkaitan dengan hidup beriman.\u00a0<\/p><cite>RDHJ<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dari berbagai perjumpaan dan percakapan antara Yesus dengan orang Farisi, kita dapat mempelajari ciri-ciri kemunafikan yang dikecam oleh Yesus:\u00a0<em>motivasi negatif<\/em>,\u00a0tindakan orang farisi yang\u00a0<em>seakan-akan\u00a0<\/em>mengikuti Yesus dan melontarkan berbagai pertanyaan, membandingkannya dengan ajaran adat dan budaya tidak menunjukkan ketulusan hati sebagai seorang murid dan pengikut Yesus [lih Luk 6:7]. Mereka mencemooh, bersungut-sungut, bahkan mencari-cari kesalahan Yesus.\u00a0<em>Tidak berintegritas.\u00a0<\/em>Yesus mengecam orang Farisi sebagai orang yang munafik, karena ketidak-sesuaian antara perkataan dan perbuatan mereka \u201c<em>Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku<\/em>\u201d [Mat 15:8]. Orang Farisi disebut munafik karena kebiasaan mereka\u00a0<em>menghakimi orang lain<\/em>: \u201c<em>Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu<\/em>\u201d [Mat 7:5].<\/p>\n\n\n\n<p>Sikap kemunafikan muncul dari hati yang licik sebagaimana diserukan oleh Nabi Yeremiah: \u201c<em>Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?<\/em>\u201d [Yer 17:9]. Dari hati yang licik itu pulalah, lahirnya segala dosa: \u201c<em>sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan<\/em>\u201d [Mrk 7:21-22]. Sikap ini berkaitan dengan ajaran Yesus berikutnya, yaitu sikap&nbsp;<em>takut akan Allah.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai seorang misionaris, pewarta Kabar Sukacita, kita hendaknya menunjukkan kesetiaan kita pada Tuhan lewat perkataan dan perbuatan kita tanpa memiliki motivasi tertentu. Hal ini membantu kita agar tidak jatuh pada kemunafikan orang Farisi. Berusahalah untuk mewartakan Kristus karena kesadaran misioner, bukan untuk dilihat dan dipuji orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Misioner<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>14 Oktober Peringatan fakultatif St. Kalistus I, Paus Ef. 1:11-14; Mzm. 33:1-2,4-5,12-13; Luk. 12:1-7. Warna liturgi hijau Saudara Terkasih,&nbsp; Dalam &hellip;<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[6,22],"tags":[13,31,17,18],"class_list":["post-1072","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daily-preaching-rdhj","category-homily","tag-shortcutechism","tag-bulanmisi2022","tag-rdhj2021","tag-renunganmisioner"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/fantasy-gc3e3939d7_1280.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1072"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1072\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1074,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1072\/revisions\/1074"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/habeljadera.keuskupanbogor.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}