HR Tritunggal Mahakudus Bacaan I Ams. 8:22-31 Mzm. 8:4-5,6-7,8-9; Bacaan II Rm. 5:1-5; Bacaan Injil Yoh. 16:12-15.
Dalam doa Aku Percaya, Iman akan Tritunggal Mahakudus itu sangat jelas diungkapkan: “Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa, pencipta langit dan bumi. Dan akan Yesus Kristus, PuteraNya yang tunggal, Tuhan kita. Yang dikandung dari Roh Kudus, ….” Sebagai seorang Kristiani, kita mengimani keilahian Allah itu dalam Tiga pribadi: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Ini bukan berarti kita bahwa kita mengimani tiga Allah yang berbeda. Perjanjian Lama mencatat:
“Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
[Ulangan 6:4].
Allah itu Esa, namun hadir dalm tiga Pribadi. Bagaimana mungkin? Dalam kisah penciptaan, Perjanjian Lama mencatat bagaimana Allah mengindikasikan dirinya dalam bentuk yang jamak “Kita”. Allah bersabda
“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Kejadian 1:26 [lih Kej 3:233; 11:7; Yes 6:8]
Yesus, dalam perintah misioner-Nya menyatakan dengan tegas peran Tritunggal Mahakudus: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” [Matius 28:19].
Bagi orang Katolik, terkadang, mengimani Allah Tritunggal Mahakudus ini merupakan hal yang sulit. Tidak hanya bagi umat beriman, namun juga bagi para religius, misionaris dan bahkan bagi seorang teolog. Mengimani Tritunggal Mahakudus hendaknya beasal dari sifat misteri yang ada di dalamnya. Gereja mengimani bahwa Tritunggal Mahakudus adalah sebuah misteri tertinggi iman kita. Misteri yang tidak dapat terselami secara logis matematis semata-mata atau bahkan memilah-milah. Tritunggal Mahakudus tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain. Allah itu Tritunggal dan bukan hanya Bapa, bukan hanya Putra dan bukan hanya Roh Kudus.
Merayakan dan mengimani Tritunggal Mahakudus berarti merayakan Cinta Misioner Allah. Karena cinta Allah yang begitu besar kepada dunia, maka Bapa mengutus Putera-Nya yang terkasih ke dunia untuk menyalamatkan manusia. Bapa dan Putra kemudian mengutus Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran dan “Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” [Yoh 16:13] yang berasal dari Bapa dan Putra. Merayakan dan mengimani Tritunggal Mahakudus bukan hanya mengimani Allah dalam pribadi Bapa, Putera dan Roh Kudus. Lebih dari itu, kita hendaknya mengkomunikasikan cinta misioner Allah Tritunggal Mahakudus itu dalam kehidupan kita sehari-hari.
Salam Misioner
RDHJ