Tatapan Penuh MAKNA

Tatapan Penuh MAKNA

Renungan

Minggu Pekan Biasa II
 Warna Liturgi: Hijau
 Bacaan I: 1Sam 3:3b-10.19
 Mazmur Tanggapan: Mzm 40:2.4ab.7-8a.8b-9.10
 Bacaan II: 1Kor 6:13c-15a.17-20
 Bait Pengantar Injil: Yoh 1:41;1:17b
 Bacaan Injil: Yoh 1:35-42

Para Saudara terkasih, 

Injil hari ini menunjukkan bagaimana, Roh Kudus berkarya dalam diri Yesus, khususnya ketika ia memanggil para murid untuk mengikutinya. Secara unik, dialog Yesus dengan Andreas dan Simon diawali dengan sebuah gerakan tubuh yang sederhana namum penuh makna: suatu tatapan kasih. Suatu gerakan tubuh [gesture] yang digambarkan Yohanes: “Tetapi Yesus menoleh ke belakang”, dilanjutkan dengan sikap bersahaja, berusaha untuk membuka dialog dengan Andreas dan Simon.  

Pertanyaan Yesus: “Apa yang kalian cari” menggugah hati para murid yang sedang dalam pencarian makna tujuan hidup. Jawaban: “Guru, di manakah Engkau tinggal?” ditanggapi kemudian oleh Yesus dengan seruan: “Datanglah dan lihat!. Dialog singkat, sederhana, namun membawa perubahan besar dalam diri para murid. Mereka memutuskan untuk meninggalkan hidup lama dan mengikuti Yesus. Bahkan, Andreas langsung bersaksi tentang Yesus kepada Simon yang kemudian disebut Petrus.

Yesus, dengan cara yang unik, memanggil para murid pertama-Nya. Dengan sebuah tatapan yang sederhana, Ia sekaligus melakukan tindakan: Keluar, Melihat dan Memanggil [going out, seeing and calling]. Ada perjumpaan yang penuh rahmat yang diinisiasi oleh Allah sendiri. Tindakan itu diawali dengan sikap yang senantiasa ingin ‘keluar’ dari kebiasaan lama kita: keluar dari rutinitas kita yang membelenggu. Andreas dan Simon, tanpa menunggu lama, telah mengambil langkah itu ‘Keluar’ dari dunia lama mereka dan mengikuti Yesus. 

Ajakan Yesus untuk ‘datang dan lihat’ merupakan tanda bahwa Allah ingin tinggal bersama kita: ingin menghabiskan waktu dengan kita umat-Nya. Tuhan ingin merasakan penderitaan umat-Nya.  Dia ingin selamanya hadir dalam kehidupan kita. Perjumpaan dengan Allah hendaknya mengarah pada pencerahan hidup, dan berujung para transformasi diri yang total. Itu semua dapat terjadi, kita kita menempatkan Injil sebagai dasar hidup kita. 

Tatapan Kasih Yesus itu berujung pada suatu seruan untuk mengikuti-Nya. Tatapan itu membangun semangat baru dalam diri kita; melepaskan kita dari belenggu hasrat duniawi yang menjadikan kita manusia-manusia yang lemah dan dalam dalam tugas dan pewartaan. Panggilan Tuhan menjadikan kita manusia baru. 

Panggilan Tuhan berarti “menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban instant”. Karena itu, marilah kita seperti Andreas dan Simon, yang karena tatapan kasih Yesus, berani untuk Berinisiatif, Melangkah, pergi dan mengikuti-Nya. 

Salam Misioner

Teks Ibadat

https://habeljadera.keuskupanbogor.org/wp-content/uploads/2021/01/Ibadat-Sabda-HM-BIASA-II-.pdf


RDHJ

Podcast:

Dapat mendengarkan PODCAST @ShortCHUTEchism melalui:

@spotify @Anchor  @applepodcast @eKatolik