Para Saudara terkasih,
Seruan kenabian Yohanes Pembaptis yang kita dengar dalam Bacaan Injil hari ini [Luk 3:1-6] kembali mengingatkan kita akan pentingnya semangat Pewartaan.
Kabar Sukacita: tugas misioner kita. Salah satu tugas misioner yang hendak kita lakukan hendaknya berdasarkan pada semangat misioner Yohanes Pembaptis yang berseru-seru di padang gurun: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis!”
Seruan pertobatan misioner Yohanes Pembaptis berakar pada suatu keyakinan yang kuat akan cinta kasih Allah. Pertobatan bukanlah tindakan pribadi semata- mata, melainkan suatu tindakan Allah yang terbuka untuk mengasihi dan mengampuni manusia. Karena itu Yohanes berseru dengan lantang: “Maka Allah akan mengampuni dosamu!” dengan demikian, pertobatan tidak dipandang sebagai suatu tindakan sia-sia manusia belaka, melainkan pertobatan senantiasa merupakan tindakan iman yang berbuah pengampunan, damai sejahtera yang dari Allah sendiri.
Paulus, dalam Kisah Para Rasul, menekankan akan pewartaan kepada orang- orang Yahudi: “bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu”[Kis 26:20].
Paus Fransiskus senantiasa mengajak kita untuk melakukan pertobatan misioner dengan “keluar” dan “berjumpa dengan orang lain”. Dalam perjumpaan itu,
kita diberi kesempatan untuk bersaksi tentang belas kasih Allah dalam diri kita masing-masing.
Marilah kita senantiasa menghidupi spiritualitas pertobatan misioner Yohanes Pembaptis dengan mewartakan pertobatan. Itu semua dapat terjadi kalau kita memiliki iman yang mendalam pula bahwa Allah sungguh mencintai dan mengasihi kita.
Semoga semangat Adven senantiasa menumbuhkan harapan akan pewartaan Kabar Sukacita dan Pertobatan Misioner di dalam hati kita masing-masing.
Salam Misioner