Ketaatan adalah Pertobatan Misioner

Ketaatan adalah Pertobatan Misioner

Minggu Pekan Biasa XXVI
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 18:25-28
Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4bc-5.6-7.8-9
Bacaan II: Flp 2:1-11
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Mat 21:28-32

Para Saudara terkasih, 

Lagi-lagi dalam Injil hari ini kita mendengar kisah tentang Kerajaan Allah. Yesus menjelaskannya dengan perumpaan tentang seorang ayah yang meminta kedua anaknya untuk bekerja di kebun anggur. Tanggapan mereka pun beragam: ada yang mengiyakan, namun menolak untuk melaksanakan; yang lain menolak, namun akhirnya pergi dan taat kepada bapanya. 

Jika kita cermati, Yesus tidak terburu-buru membenarkan salah satu dari kedua tanggapan tersebut. Seperti halnya para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi yang dengan cepat merespon pertanyaan Yesus:

“Siapakah di antara kedua orang anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang terakhir!” 

Penekanannya adalah pada sikap taat dan mau bertobat. Taat kepada perintah [ajakan] Tuhan untuk mewartakan kasih dan pengampunan di dunia ini. Ketaatan akan perinta ini mengingatkan kita sebagai utusan. Sebagai seorang utusan, anak, serta pengikut Kristus, hendaklah kita senantiasa menunjukkan sikap TAAT kepada Bapa yang memberikan perintah itu. Perintah untuk pergi dan mewartakan Kabar Sukacita. Mengutip Kardinal Follo, “ketaatan adalah bentuk nyata dari cinta kasih” [Zenit.org]. Maka hendaknya kita yang diutus untuk mewartakan cinta kasih itu pertama-tama mewujudkan sikap taat itu dalam diri kita. 

Anak ketiga

Yesus mengindikasikan pentingnya sikap penyesalan yang merupakan wujud iman dan pertobatan. Hal ini digambarkannya dengan sikap “pemungut cukai dan para pelacur”. Yesus bersabda:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan para pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah”. 

Marilah kita berusaha untuk senantiasa mengatakan “Ya” sebagai tanda ketaatan [Anak sulung], namun berani untuk melakukan “pertobatan misioner” [Anak kedua] dengan penuh kebebasan untuk bekerja di kebun anggur-Nya, yaitu untuk mewartakan Kabar Sukacita. 

Dengan mengikuti Kristus kita senantiasa memiliki hidup baru. Hidup yang penuh iman, antusiasme untuk taat kepada-Nya serta diliputi dengan semangat pertobatan terus menerus untuk pergi dan mewartakan Kristus. Itulah karakter anak ketiga.

Tuhan Memberkati!

Teks Ibadat Minggu 27 September 2020

https://habeljadera.keuskupanbogor.org/wp-content/uploads/2020/09/Ibadat-sabda-Hari-Minggu-Biasa-XXVI-1.pdf