Kerajaan Allah akan diambil dari “KAMU”!

Kerajaan Allah akan diambil dari “KAMU”!

Minggu Pekan Biasa XXVII
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yes 5:1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm 80:9.12.13-14.15-16.19-20
Bacaan II: Flp 4:6-9
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16
Bacaan Injil: Mat 21:33-43

Para Saudara terkasih!

Dialog antara Yesus dengan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi menggambarkan bagaimana Kerajaan Allah senantiasa menjadi inti Misi Yesus di dunia. Tujuan  kedatangan-Nya ke dunia ini semakin dipertegas dengan perumpamaan tentang hamba-hamba yang diutus Tuannya ke kebun anggur. Para hamba utusan yang menjadi korban kekejaman para pekerja mencapai puncaknya pada diri Yesus, Sang Batu Penjuru.

Tindakan Perutusan Allah yang konstan itu menunjukkan betapa Dia sungguh mencintai manusia. Bahkan sampai mengutus “Putera yang terkasih” [Mat 21:37], “Sang Ahli Waris” [ay. 38] Kerajaan Allah. Penolakan terhadap cinta Allah yang misioner itu berdampak jelas dalam diri kita manusia, orang berdosa, yaitu kebinasaan:

 “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu….” [ay. 41]  

Tidak hanya itu, hak dan warisan Kerajaan Allah itu pun dicabut serta diberikan kepada mereka yang pantas dan bertanggung jawab akan tugas perutusan yang Tuhan berikan: Bekerja di ladang-Nya dan menghasilkan buah melimpah. [ay. 41-43]. 

“Kerajaan Allah akan diambil dari KAMU” [ay. 43]

Maka, marilah kita menyadari rahmat dan warisan terbesar yang kita peroleh ketika dibaptis, yaitu Kerajaan Allah. Perintah Tuhan untuk senantiasa menghasilkan buah, bukan pepesan kosong. Itu adalah Tugas dan tanggung jawab yang senantiasa melekat dalam diri pengikutnya [Tugas Misioner]. Dengan senantiasa melakukan tugas perutusan itu, kita berdoa dan berharap agar Kerajaan Allah sungguh menjadi harta warisan  terindah dalam hidup kita, dan bukannya diambil dari kehidupan kita. 

Teks Ibadat Sabda Minggu 4 Oktober

https://habeljadera.keuskupanbogor.org/wp-content/uploads/2020/10/Ibadat-sabda-Hari-Minggu-Biasa-XXVII.pdf