“Iman Misioner:  Iman yang hidup dan berbuah”

“Iman Misioner: Iman yang hidup dan berbuah”

Hari Minggu Biasa XV [A]

Saudara terkasih,

Injil hari ini menunjukkan bagaimana Yesus sendiri memperkenalkan Kerajaan Allah. Dalam Injil, kita sering menemukan berbagai macam ungkapan, metafor, cerita, atau kutipan. Hal-hal tersebut lah yang kita kenal dengan istilah perumpamaan. Perumpamaan, [Yunani: perbandingan], itu merupakan suatu kisah perbandingan yang diutarakan untuk memperoleh arti sebenarnya dari hal tertentu [Catholic Bible Dictionary].

Yesus sendiri sering menggunakan perumpamaan dalam menjelaskan Kerajaan Allah. Misalnya, perumaan tentang Gembala yang baik, Pokok Anggur dan ranting-rantingnya dan berbagai kisah perumpamaan lainnya. Hal inilah yang menjadi pertanyaan para murid: “Mengapa Engkau mengajar mereka dalam perumpamaan?” Karena, ciri khas perumpaan itu ilustratif, analogal, dan abstrak. Orang yang menyampaikannya memiliki maksud tertentu, yaitu agar para pendengar dapat mengerti dan memahami secara personal: arti, maksud dan tuju kisah tersebut.

Bagi kita yang selalu menjadi ‘orang kecil’ hal ini merupakan sebuah pirivilege: “Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar…”. Oleh karena itu, hendaklah kita sungguh membuka hati dan pikiran kita untuk menerima, mencerna dan menjalankan apa yang sudah Tuhan sampaikan dengan sangat jelas itu.

Kerajaan Allah digambarkan dalam perumpamaan tentang seorang penabur. Kita dapat memilih untuk menjadi tanah seperti apa bagi tumbuh dan berkembangnya Sabda Tuhan. Dan itu menunjukkan betapa dalam iman kita. Namun, Tuhan ingin agar iman kita hendaknya bersifat misioner. Iman yang tumbuh dan hidup di tanah yang subur dan menghasilkan buah melimpah.

Karena Iman yang tidak misioner adalah iman yang tumbuh di pinggir jalan, di antara semak duri. iman tersebut, mudah dirampas oleh godaan dan tantangan dunia. Iman tersebut mudah terhimpit oleh tantangan zaman dan akhirnya tidak pernah menghasilkan buah.

“Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik
ialah orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti,
dan karena itu ia berbuah,
ada yang seratus, ada yang enam puluh,
dan ada yang tiga puluh kali lipat.”