Ekspresi “sukacita” Kerajaan Surga

Ekspresi “sukacita” Kerajaan Surga

Saudara terkasih,

         Injil hari ini masih melanjutkan kisah Injil sebelumnya mengenai Kerajaan Surga. Kisah Kerajaan Surga digambarkan dalam empat perumpamaan: penabur, Lalang, benih dan ragi [Mat 13:24-43]. Kisah itu dilanjutkan dalam Injil hari ini. Lagi-lagi, Yesus menggunakan perumpamaan untuk menjelaskannya. Kali in, Kerajaan Surga diumpamakan dalam tiga hal berbeda: harta tersembunyi [ay. 44], mutiara [ay.45-46], dan pukat atau jala [ay. 47-50].

         Perhatian utama dalam perumpamaan tentang harta dan mutiara terletak pada tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya: pekerja di ladang dan pedagang. Apa yang perlu kita perhatikan dari kedua tokoh tersebut? Tanggapan kedua tokoh tersebut menunjukkan betapa berharganya nilai Kerajaan Surga.  Kedua tokoh tersebut dipenuhi dengan sukacita yang sungguh luar biasa. Sukacita itu memampukan mereka untuk mengambil suatu keputusan yang ekstrem. Karena sukacita, mereka berani menentukan jalan hidup mereka selanjutnya, yaitu pergi dan menjual semua harta yang mereka miliki. Bunda Maria pun melakukan hal yang sama ketika ia menerima Kabar Sukacita dari malaikat Gabriel. Ia bersukacita, dan karenanya, ia berseru: terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.  

         Saudara terkasih, pertanyaan reflektif yang dapat kita renungkan adalah: bagaimana sikap kita dalam menanggapi Sabda Tuhan? Bagaimana tanggapan kita ketika menerima Kabar Sukacita? Apakah kita juga dipenuhi dengan sukacita yang sama seperti kedua tokoh tersebut?

         Marilah kita menumbuhkan sikap yang sama, yakni, terbuka [bahkan penuh antusias untuk mencari dan menemukan] pada Sabda Tuhan, penuh sukacita dalam menanggapinya, berani untuk mengambil keputusan yang radikal, yaitu meninggalkan apa yang berharga di mata dunia untuk mengikuti Tuhan. 

RDHJ