Bukan damai, melainkan pedang dan pertentangan!

Bukan damai, melainkan pedang dan pertentangan!

Hari Biasa
Ef. 3:14-21; 
Mzm. 33:1-2,4-5,11-12,18-19; 
Luk. 12:49-53. 
Warna Liturgi Hijau

Saudara Terkasih,

Sekilas, Injil hari ini terdengar kontroversial, keras dan arogan. Sabda Tuhan yang kita dengar hari ini mengusik hati kita untuk terus-menerus merenungkan tujuan hidup iman kristiani kita. Sabda Yesus semakin menunjukkan pemikiran-Nya, yaitu bahwa setiap perkataan, pengajaran dan perbuatan-Nya senantiasa didasarkan pada pemenuhan Kehendak Allah Bapa. Kehendak Bapa digambarkan dalam beberapa hal kita dengar dari bacaan hari ini. 

Melemparkan api ke bumi [ay. 49]. Api merupakan salah satu elemen hidup yang dihadirkan pada saat Yesus diperkenalkan oleh Yohanes pembaptis sebagai yang akan datang dan “Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api” [Mat 3:11]. Api menjadi suatu simbol pemisahan antara yang baik dan buruk. Pembaptisan Yesus [Roh Kudus dan Api] memiliki konsekuensi penghancuran atas kuasa-kuasa duniawi, kuasa kegelapan. 

Baptis [ay. 50]. Perkataan Yesus tentang pembaptisan di sini merujuk pada sengrasa dan wafatnya di kayu salib. Dan hal itu telah dicicipi-Nya lewat berbagai penolakan terhadap berbagai sabda dan karya-Nya. Ia menyadari pemenuhan tugas-Nya dunia ini hendaknya sampai pada pemenuhan pembaptisan-Nya, yaitu, sengsara, wafat dan kebangkitan. Kita sebagai pepngikut Kristus hendaknya memiliki pemahaman yang sama. Karena pembaptisan, hendaknya kita memanggul salib kita dan mengikuti Yesus.

Bukan damai damai, tapi pertentangan [ay. 51]. Yesus dikenal sebagai tokoh kontradiktif. Sabda Yesus “bukan damai, tapi pertentangan” yang ia artakan merupakan sebuah peringatan keras bagi mereka yang mencari kedamaian semu atau palsu: kemunafikan, kesombongan, ketamakan. Injil Lukas yang kita dengar beberapa hari ini menggambarkan bagaimana Yesus mengecam kemunafikan dan ketamakan orang-orang Yahudi, orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat. Yesus tidak datang ke dunia untuk melegitimasi “kedamaian” palsu tetapi membawa api yang menyucikan yang memisahkan antara terang dan gelap. 

Saudara terkasih, sebagai tohoh kontroversial, Yesus teguh dalam melaksanakan misinya di dunia ini, yaitu menghadirkan Allah Bapa, mewartakan kedatangan Kerajaan Allah di dunia dan untuk menebus dosa-dosa manusia [Luk 19:10;Mat 1:21]. Marilah kita menyadari  sabda-Nya bukan sebagai kecaman tetapi sebagai sebuah pentuk cinta kasih Allah atas diri kita. 

Salam Misioner

RDHJ