22 Oktober Peringatan fakultatif St. Yohanes Paulus II. Paus Ef. 4:7-16; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Luk. 13:1-9. BcO Sir. 51:1-12 Warna Liturgi Hijau
Saudara terkasih,
Injil hari ini menegaskan pentingnya seorang kristiani untuk selalu tumbuh dan berbuah. Yesus menggambarkannya dengan mengutarakan sebuah perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Kita dikecam untuk tidak mengalami “kemandulan” spiritual, yang merasa diri paling benar, lebih baik dari orang lain, terutama merasa diri lebih kudus dari sesama kita. Hal ini dikecam Yesus dengan dengan perkataan:
“Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian”
[Luk 13:3,5].
Dalam Kitab Suci, kemandulan spiritual ini digambarkan dalam berbagai kesempatan yang berkaitan dengan tanah yang tidak subur, tanah yang tidak menghasilkan buah bagi tanaman [Yer 2:6]. Tanah yang tidak subur dan tidak berguna juga menjadi tanda kemurkaan Allah atas ciptaan-Nya: “semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu” [Kej 3:18].
Kemandulan spiritual ini dapat terjadi jika kita hidup dalam situasi: ketidaktaatan berkelanjutan seperti yang digambarkan oleh Bangsa Israel yang tidak taat dan setia atas penjanjian dengan Allah: “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau: Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang” [Ul 28:15-16].Kekuatiran akan hal-hal duniawi dapat menjadikan manusia tidak berbuah secara iman karena hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah” [Mat 13:22]. Hal itu semua mengakibatkan hancurnya relasi dengan Kristus, kita memisahkan diri dari Kristus yang menjadi pusat. Yesus bersabda: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” [Yoh 15:4].
Dengan mengecam sikap kemandulan spiritual para pengikut-Nya, Yesus menekankan pentingnya pertobatan yang dalam menghasilkan buah-buah iman. Pada dasarnya, Allah tidak ingin agar manusia jatuh dalam dosa yang menjadikan mereka mandul spiritual dan tidak berbuah secara iman. Allah menginginkan kita menjadi murid-murid misioner yang senantiasa bersaksi dan menghasilkan buah iman yang melimpah.
Salam Misioner
RDHJ