“Spiritualitas Misioner Yohanes Pembaptis [2]”

“Spiritualitas Misioner Yohanes Pembaptis [2]”

Minggu Gaudete / Minggu Sukacita

Para Saudara terkasih,

Injil hari ini kembali menekankan peran misioner Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Dalam Injil Lukas 3:1-6, kita telah mendengarkan semangat Pewartaan Kabar Sukacita yang menjadi tugas misioner kita [Bacaan Injil Hari Minggu Adven Kedua]. Hari ini, Yohanes Pembaptis memberi pengertian kongkret semangat: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis!” dalam kehidupan sehari-hari. 

Pertobatan adalah tindakan kembali kepada Allah. Pertobatan hendaknya diiringi dangan tiga hal penting: sadar [penyesalan], mau [keinginan], mampu [tindakan nyata].  Seruan pertobatan Yohanes pembaptis menggugah kesadaran para pendengarnya dengana bertanya: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?” Kesadaran menjadi titik awal seseorang berbalik untuk mencari Tuhan. 

Kesadaran menimbulkan keinginan untuk melakukan niat pertobatan itu. Ada rasa ingin tahu yang mendalam tentang pertobatan. Hal ini dirasakan langsung oleh dua sosok orang berdosa dalam Kitab Suci: Pemungut Cukai dan Prajurit. Sekali lagi, kita diingatkan oleh seruan pertobatan misioner Yohanes Pembaptis bahwa Pertobatan bukanlah tindakan pribadi semata-mata, melainkan suatu tindakan Allah yang terbuka untuk mengasihi dan mengampuni manusia. Kesadaran membuahkan keinginan dan kemampuan yang didasarkan pada cinta kasih Allah. 

Marilah di Hari Minggu Sukacita ini, kita semakin menumbuhkan harapan yang mendalam akan CInta Kasih Tuhan yang nyata dalam diri Yesus Kristus. 

Salam Misioner