“Misionaris Domestik: TANTANGAN?”

“Misionaris Domestik: TANTANGAN?”

Minggu Pekan Biasa XIV
 Warna Liturgi: Hijau
 Bacaan I: Yeh 2:2-5
 Mazmur Tanggapan: Mzm 123:1-2a.2bcd.3-4
 Bacaan II: 2Kor 12:7-10
 Bait Pengantar Injil: Luk 4:18
 Bacaan Injil: Mrk 6:1-6

Para Saudara yang terkasih!

Perdebatan akan identitas Yesus merupakan suatu hal yang menarik. Terlebih lagi, karena perdebatan itu terjadi di kalangan orang yang “dekat”-Nya. Orang orang itu bisa berasal dari suatu daerah serta kelompok yang sama. Atau mungkin dari keluarga yang sama. Perdebadatan itu cenderung jatuh pada penilaian dan akhirnya penolakan. 

Hal ini dengan jelas dialami sendiri oleh Yesus: “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?” [Mrk 6:3]  Identitas Yesus sebagai seorang tukang kayu, Anak Maria, dan memiliki saudara-saudari yang dikenal banyak orang menjadi bahan perdebatan tentang pengajaran dan mukjizat yang Ia lakukan: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimana dapat diadakan oleh tangan-Nya?” [Mrk 6:2].

Puncak dari keraguan dan sinisme kerabat dan kenalan Yesus itu berujung pada PENOLAKAN mereka terhadap misi perutusan-Nya di dunia ini: “Lalu mereka kecewa dan menolak Dia” [Mrk 6:3]. Tidak hanya itu, kekecawaan dan penolakan berujung pada penolakan akan terciptanya komunio atau persekutuan dengan Allah yang setia dalam diri Yesus Kristus [bdk. 1Kor 1:9]. 

Misi Kristus ialah terciptanya Kerajaan Allah, yang berarti membangun persekutuan dua arah: Allah yang setia mencintai manusia dan mengasihi manusia, demikian pula sebaliknya. Yesus menyadari, bahwa perintahnya untuk “pergi, wartakan, baptis dan ajarlah….!” [bdk. Mat 29:19-20] hendaknya diawali dari KOMUNITAS terkecil dan terdekat kita: Keluarga, Lingkungan, wilayah, tempat kita beraktivitas sehari-hari. 

Pengakuan Yesus bahwa “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya” [Mrk 6:4], hendaknya tidak dipandang sebagai suatu pembenaran untuk tidak menjadi misionaris domestik di rumah atau lingkungan terdekat kita. Hal itu hendaknya dianggap sebagai sebuah tantangan baru bermisi di zaman modern. Seperti halnya Santo Yohanes Paulus II dalam Ensiklik Redemptoris Missio menekankan “Re-Evangelisasi” atau evangelisasi baru: suatu tantangan untuk berevangelisasi bagi oragn-orang terdekat kita, saudara, ayah, ibu, kakak-adik, sahabat yang sungguh mengenal siapa diri kita. 

Walau pun ditolak, Yesus tetap menunjukkan kasih-Nya bagi orang-orang yang membutuhkan:“Maka Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka” [Mrk 6:5].

Salam Misioner

Teks Ibadat Hari Minggu

https://habeljadera.keuskupanbogor.org/wp-content/uploads/2021/07/Ibadat-Sabda-HM-Biasa-XIV.pdf