Menjadi Kudus: BERSUKACITA dalam TUHAN

Menjadi Kudus: BERSUKACITA dalam TUHAN

Kalender Liturgi 01 Nov 2020
Minggu Pekan Biasa XXXI
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Why 7:2-4.9-14
Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6
Bacaan II: 1Yoh 3:1-3
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28
Bacaan Injil: Mat 5:1-12a

Para Saudara terkasih, 

Dalam merayakan Hari Raya Semua orang kudus ini, Saya mengajak kita semua untuk mengingat Syahadat Nikea Konstantinopel. Dalam Syahadat tersebut,  kita mengakui: “Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik”. Empat karakter atau ciri khas Gereja itu saling berkaitan satu sama lain [KGK 811]. Hal ini berkaitan dengan tugas misi/perutusan Gereja di tengah dunia. Tentu saja para santo – santa sangat menghayati apa yang mereka imani, yaitu kekudusan Gereja yang berasal dari Kristus sendiri. Kristus yang merupakan sumber sukacita. Karena itu, Gereja disebut Umat Allah yang Kudus. Konsekwensinya, “semua anggota Gereja adalah orang-orang kudus” [KGK 823]. Sebagai Gereja, kita disatukan oleh Kristus dan dikuduskan oleh-Nya. 

Jadi, kudus atau suci adalah identitas seorang pengikut Kristus. namun tak dapat dipungkiri, bahwa karena dosa, manusia melupakan identitas dan karakter dasarnya, yaitu bersatu dengan Tuhan. Dosa menjadikan manusia terpisah dari Allah sumber kekudusan itu. Hal ini tidak berarti bahwa kekudusan adalah hal yang mustahil. 

  Dalam Syahadat Para Rasul, kita mengakui: “Aku percaya akan persekutuan para kudus”.  Para santo-santa, lewat kesaksian hidup mereka, telah menjadikan Sabda Yesus itu hidup: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”

Bersukacitalah dan bergembiralah” [Mat 5:12]

Karena Allahlah yang menginginkan kita untuk menjadi kudus [Paus Fransiskus, Gaudete et Exultate, 1]. Kesucian itu bisa kita capai dalam setiap bentuk hidup yang kita miliki. Beato Carlo Acutis menjadi contoh nyata kehidupan di jaman modern. Paus Fransiskus mengatakan “Untuk menjadi kudus, kita tidak harus menjadi seorang uskup, imam, atau biarawan-biarawati” [Gaudete et Exultate 14]

Kesalahan kita adalah ketika hanya mengidentikkan kekudusan itu dengan seberapa sering kita menghabiskan waktu untuk berdoa. Seperti dalam Injil hari ini. Kudus berarti “bersukacita dan bergembira” dalam Tuhan. Menjadi kudus berarti menghidupi kehidupan kita masing-masing dengan penuh sukacita, sebagai Religius maupun sebagai umat beriman dalam setiap profesi. Dosa muncul karena kita terkadang kurang bersukacita atas apa yang kita hidup. selalu merasa berkeurangan. Para Kudus memberi kesaksian yang utuh atas Sabda Bahagia yang Yesus sampaikan. Kesaksian yang menyatukan antara kesucian sebagai identitas dan misi seorang pengikut Kristus, yaitu bersatu dan menjadi kudus seperti Bapa adalah Kudus. 

Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di SURGA. 

Teks Ibadat Hari Minggu

https://habeljadera.keuskupanbogor.org/wp-content/uploads/2020/10/Ibadat-sabda-Hari-Minggu-Biasa-XXXI-HR-Semua-orang-kudus.pdf