HARI MINGGU V Masa Tobat Yeh. 37:12-14; Mzm. 130:1-2,3-4b,4c-6,7-8; Rm. 8:8-11; Yoh. 11:1-45 (panjang) BcO Ibr. 10:26-39 Warna Liturgi Ungu
Saudara terkasih,
Masa tobat yang dikenal dengan empat puluh hari sebelum Hari Raya Paskah dihayati dengan pertobatan yang sejati lewat doa, derma dan pantang-puasa. Selain itu, piritualitas pertobatan itu hendaknya didasarkan pada tujuan hidup kristiani, yaitu bersatu dengan Tuhan yang sengsara, wafat di kayu salib namun bangkit untuk menyelamatkan kita dari kuasa dosa.
Bacaan-bacaan hari ini membantu kita untuk menghayati kebangkitan kristiani, khususnya ketika kita sungguh beriman kepada Kristus. Bacaan pertama, Yehezkiel menggambarkan kebangkitan umum para bangsas dengan bernnubuat: “Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN” [Yeh 37:14]. Kebangkitan merupakan tindakan Allah yang memberi roh kepada tubuh manusia yang fana.
Dalam Bacaan Injil, kita mendengarkan bagaimana Yesus meyakinkan dan meneguhkan iman Marta akan hidup kekal dengan bersabda: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” [Yoh 11:25]. Kebangkitan dan kehidupan kekal menjadi satu hal yang tak terpisahkan dalam kontkeks sabda dan perbuatan Yesus. Bahkan Yesus menambahkan aspek lain dalam kehidupan kekal ketia ia bersabda: “dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” [Yoh 11:25].
Yesus memberi makna bari akan kebangkitan dan kehidupan kekal. Perjanjian Lama menekankan aspek kebangkitan secara fisik seperti yang dinubuatkan oleh Yehezkiel. Namun Yesus menekankan bahwa kebangkitan dan kehidupan kekal itu akan kita peroleh jika kita percaya kepada-Nya. Kebangkitan dan kehidupan kekal bukan hanya bagi orang-orang yang telah meninggal namun bagi mereka yang masih hidup namun berbalik dan percaya kepada Tuhan.
Pertobatan adalah sikap manusiayang percaya kepada Allah yang mahakasih, mau kembali kepada-Nya. Pertobatan berarti percaya kepada Sabda Yesus dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka, marilah kita seperti Marta yang berseru: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Jika kepada Yesus yang adalah Mesias, maka kita pun akan memperoleh kebangkitan dari dosa dan kehidpan kekal; bahkan di saat kita masih hidup di dunia ini.
Salam Misioner
RDHJ