Hari Minggu XI | Masa Biasa Bacan Injil Markus 4:26-34
Para Saudara yang terkasih!
Dalam pewartaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan tentang inti pesan kedatangannya ke dunia, yaitu Kerajaan Allah. Suatu konsep yang baru bagi para murid dan juga para pendengar-Nya [orang-orang Yahudi]. Sebagai Guru, pengajaran Yesus sangatlah mendalam: bisa dikatakan sistemik. Bahkan pengajaran-Nya sangatlah sistematis walaupun disampaikan dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan. Kerajaan Allah merupakan konsep yang tidak mudah untuk dimengerti. Karena itulah, Yesus mencoba untuk memberi penjelasan detail bagi para pengikut-Nya. Yesus mencoba mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah dengan menjelaskan dua hal penting: siapa tokohnya dan dengan cara seperti apa hal tersebut dapat terjadi.
Menurut-Nya, “Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah [Mrk 4:26]”: suatu tindakan cinta yang diinisiasi Allah terhadap manusia. Cinta Allah menjadi nyata dalam diri Kristus “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” [Yoh 3:6].
Yesus juga menjelaskan bagaimana cara kerja Kerajaan Allah dalam kehidupan manusia dan tentunya di dalam dunia ini. Menurutnya, Kerajaan Allah itu bekerja dengan sendirinya, dari dalam dan secara misterius. Hal ini digambarkan dengan proses perumbuhan sebutir benih yang ditaburkan dan kemudian bertunas dan berkembang. Bahkan menurut-Nya: “Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu” [Mrk 4:27].
Dengan demikian, Yesus hanya meminta kita untuk membiarkan Allah yang mengambil inisiatif dalam diri kita. Membiarkan benih Kerajaan Allah ditabur di hati kita berarti membiarkan Allah meraja dalam kehidupan kita. Allah meraja secara misterius, di luar dugaan atau bahkan pemikiran kita sebagai manusia. Maka hendaknya kita tidak menciptakan ukuran-ukuran cinta kasih Allah berdasarkan pemikiran kita masing-masing.
Apa yang dapat kita lakukan? Belajarlah menjadi “biji sesawi”: benih terkecil namun menghasilkan pohon yang rindang. Pewartaan akan Kristus yang hidup dan mencintai diri kita terkadang dianggap sepele, namun dampaknya sungguh luar biasa.
Karena itu, marilah kita selain membuka diri bagi terciptanya Kerajaan Allah, hendaknya kita juga mengambil bagian dalam mewartakan, menyebarkan dan menggemakan Kerajaan Allah itu bagi orang di sekitar kita.
Salam Misioner
RDHJ