Kalender Liturgi 29 Nov 2020 Minggu Masa Adven I Warna Liturgi: Ungu Bacaan I: Yes 63:16b-17;64:1.3b-8 Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19 Bacaan II: 1Kor 1:3-9 Bait Pengantar Injil: Mzm 85:8 Bacaan Injil: Mrk 13:33-37
Saudara terkasih!
Hari ini, Gereja universal memasuki masa penantian kedatangan Tuhan Kita Yesus Kristus, yaitu masa Adven. Yesus secara tegas mengatakan agar kita “hati-hati dan berjaga-jagalah” sebagai suatu bentuk persiapan diri kita menyambut ‘Kedatangan Tuhan’; bahkan Ia mengulanginya sampai 3 kali dalam Injil hari ini: “berjaga-jagalah” [ay. 33,35 dan 37]. Bahayanya, perkembangan zaman ini menjadikan kita sebagai manusia yang senantiasa berpikir realistis. Berjaga-jaga karena ketidak-tahuan kadang menjadikan kita untuk tidak melakukannya. Lalu, sikap berjaga-jaga seperti apakah yang harus kita lakukan?
Ajakan Yesus untuk berjaga-jaga itu selalu berkaitan dengan kedatangan Tuhan yang kedua kali [Parousia]: kapan hal itu terjadi, di mana dan bagaimana hal itu terjadi. Selain itu, Parousia itu berarti “Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati” [Syahadat Para Rasul]. Yesus sendiri bersabda: “Anak Manusia akan datang dalam Kemuliaan Bapa bersama dengan para malaikat” [lih. Mat 24:30]. Paulus mewartakan “Hari Tuhan itu seperti pencuri di malam hari” [1Tim 5:2].
Apa yang disampaikan Yesus tidak berkaitan dengan pertanyaan: “kapan, di mana dan bagaimana”. Karena Yesus sendiri mengatakan: “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja” [Mrk 13:32]. Jadi apa yang Yesus inginkan dari kita dengan perintah: “berjaga-jagalah”?
Pada Minggu I Adven ini, Gereja menantikan kedatangan kembali Yesus dalam kemuliaan dan keagungan. Menyadari diri sebagai orang berdosa yang berujung pada pertobatan adalah sikap berjaga-jaga yang paling utama dalam diri kita. Dalam Bacaan I, Yesaya menggambarkannya dengan seruan: “Ya Tuhan, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu? Mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga kami tidak takut kepada-Mu?” Ada jeritan yang kuat dalam diri manusia untuk mengintervensi kekuasaan Allah dalam mengalahkan dosa dan kelemahan manusia: “Sudilah Engkau mengoyakkan langit dan turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu”.
Masa Adven sebagai masa penantian akan kelahiran Yesus, merupakan jawaban atas jeritan manusia yang menantikan keagungan dan kemuliaan Tuhan. Kedatangannya mengalahkan maut dan dosa. Oleh karena itu, marilah kita “berjaga-jaga”, bukan pertama-tama karena kita tidak tahu dengan pasti kapan Hari Tuhan itu akan terjadi [kapan, di mana dan bagaimana], melainkan karena kesadaran bahwa kita adalah orang yang berdosa. Berjaga-jagalah karena itu membutuhkan pertobatan! Berjaga-jagalah karena Tuhan akan datang dalam keagungan dan kemuliaan! Jika kita menyadari itu, maka kita tetap akan menjadi Manusia-manusia yang realistis dalam beriman.
Salam Misioner!
Teks Ibadat Mingguan: