Kasih yang melampaui

Kasih yang melampaui

Kalender Liturgi 25 Okt 2020
Minggu Pekan Biasa XXX
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Kel 22:21-27
Mazmur Tanggapan: Mzm 18:2-3a.3bc-4.47.51ab
Bacaan II: 1Tes 1:5c-10
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:23
Bacaan Injil: Mat 22:34-40

Para Saudara terkasih, 

Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus melanjutkan pengajarannya kepada orang-orang yang selalu bertentangan terhadap ajaran-ajaran-Nya. Setelah perjumpaannya dengan orang-orang Saduki, hari ini Injil mengisahkan bagaimana Yesus berhadapan dengan orang Farisi dan ahli Taurat. Rupanya, baik orang Saduki maupun Farisi tidak pernah jera dalam upaya untuk mencoba dan menjebak Yesus dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit.

Bagaimana mungkin seorang ahli Taurat dapat bertanya: “Guru, hukum manakah yang terbesar [terutama] dalam hukum Taurat?” Pertanyaan retoris itu menunjukan bagaimana mereka sangat geram dan agresif terhadap pengajaran-pengajaran Yesus. Pertanyaan yang bertubi-tubi tidak hanya untuk mencobai Yesus namun lebih pada upaya menjebak.

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, 

dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu.

Itulah hukum yang utama dan yang pertama.

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: 

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Hari ini, Yesus menyimpulkan seluruh ajaran Injil dalam dua bentuk perintah: “Kasihilah Tuhan Allah-mu dan sesamamu manusia”. Karena “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”  Pertanyaannya adalah mengapa harus “kasih” dan bukan iman atau harapan atau keadilan atau kejujuran? Yesus justru mengingatkan para ahli Taurat akan Hukum Taurat itu sendiri, Sepuluh Perintah Allah, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu” [Ul 6:5].

Dengan menempatkan kasih di atas segala-galanya, kita diajak untuk keluar dari batas batas integritas diri kita masing-masing: pikiran, perkatan, perbuatan. Mengasihi Allah memampukan kita mencintai sesama, baik yang ada dalam kehidupan kita, maupun tidak. Kita diberi kekuatan untuk mengasihi melebihi batas-batas manusiawi kita. yaitu mengasihi mereka yang sungguh berada di luar zona nyaman kita. 

Amor vincit omnia. Adalah sebuah pepatah latin yang berarti “Kasih mengalahkan segalanya”. Kasih kepada Allah dan kepada sesama memampukan kita mengalahkan diri kita sendiri. Hidup utuh yang ditandai dengan pikiran, perkataan dan perbuatan. Dengan kasih, kita mengalahkan pikiran-pikiran logis kita untuk tidak mencintai dan mengampuni. Kasih itu pula yang memungkinkan ide-ide tentang pengampunan menjadi suatu tindakan, perbuatan yang nyata. Kasih, mengalahkan keegoisan diri kita sendiri. 

Para Saudara terkasih, Untuk dapat mengasihi Allah dan sesama, marilah kita belajar untuk mengosongkan diri kita [kenosis], memberi ruang bagi Allah. Menyediakan waktu untuk keluar dari diri sendiri dan menemukan Allah dalam diri sesama kita. Atau, jika itupun tidak memungkinkan, maka marilah kita membiarkan diri kita sendiri ditemukan oleh Allah sendiri. Karena Allah adalah kasih, yang senantiasa keluar dan menemukan manusia, mencintai dan mengasihinya tanpa batas. 

Tuhan memberkati…

Teks IBADAT SABDA Hari Minggu

https://habeljadera.keuskupanbogor.org/wp-content/uploads/2020/10/Ibadat-sabda-Hari-Minggu-Biasa-XXX.pdf