Hari Minggu Paskah V [A]
Saudara terkasih,
Tentu saja kita sudah sering mendengar istilah fides quaerens intellrctum [Iman mencari pengertian] dari St. Agustinus dan St. Anselmus dari Canterburry Iman yang teguh menjadi dasar bagi kita untuk mencari dan menemukan kebenaran. Iman kita akan Yesus Kristus yang bangkit itulah yang memampukan kita untuk terus-menerus berkontemplasi menemukan maka akal budi kita harus berlandaskan pada iman. Katekismus Gereja Katolik pun menegaskan hubungan yang tak terelakkan antara ‘iman dan harapan’.
Spes quaerens intellectum [Harapan mencari pengertian]. Selain iman, harapan merupakan konsep kunci dalam penantian akan hidup kekal, keselamatan, persatuan dengan Tuhan. Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa dia adalah ‘Jalan, Kebenaran, dan Hidup’. Yesus menjanjikan hidup kekal, hidup abadi yang akan datang. Yesus menanamkan dasar atas harapan kita sekaligus meneguhkan iman kita. Iman akan kehidupan kekal dan harapan akan terwujudnya iman tersebut.
Hal ini memang bertentangan dengan kehidupan modern jaman ‘now’ yang senantiasa meyakini akan apa yang bisa dilihat dan nyata. Ilmu pengetahuan menghadirkan hal-hal yang dapat terukur secara manusiawi [Panca Indra]. Hidup kekal menjadi terlalu abstrak [tidak jelas] karena tidak bisa diukur dan dibuktikan secara matematis, logis. Kita ingat, Thomas [Didimus] pun memiliki konsep yang sama.
Sabda Yesus menjadi Janji dan dasar iman serta harapan kita akan hidup kekal.
‘Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke sana dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.’ Yoh 14:2a-3
Tuhan Memberkati!
… Hening Sejenak …