Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus [A]
Saudara terkasih,
Hari ini Yesus memberikan peneguhan bagi kita para pewarta Kabar Sukacita, para pewarta Injil. Peneguhan Yesus ini kita dengar sewaktu Perjamuan Malam terakhir. Yesus menetapkan Ekaristi sebagai bentuk cinta-Nya yang tak terbatas bagi kita umat manusia yang lemah ini. Ekaristi itulah yang menjadi bekal abadi bagi kita dalam peziarahan hidup di dunia ini. Bekal dalam mewartakan Kristus yang sengsara, wafat dan bangkit bagi kita.
Konsili Vatikan II mengamini bahwa Ekaristi merupakan sumber dan puncak seluruh hidup iman. Bagi kita, pentingnya ekaristi semakin terasa di masa-masa sulit ini. Ketika ajakan, himbauan atau bahkan perintah untuk melakukan pembatasan sosial dalam berbagai bentuk. Alhasil, perayaan ekaristi pun dilakukan secara daring (live streaming). Kita merasakan kerinduan yang begitu mendalam, bahkan, doa-doa komuni rindu pun terasa tidak cukup dan kurang menjawab.
Hal itulah yang membedakan Ekaristi dengan bekal-bekal hidup yang lain (roti, daging dll.) Kita membutuhkan Tubuh dan Darah Kristus yang nyata, real, bukan hanya sekadar roti dan anggur, yang notabene, dapat kita peroleh kapanpun dan di manapun. Tidak dipungkiri, sebagai umat beriman Katolik, terkadang kita juga bertanya-tanya tentang misteri Tubuh dan Darah Kristus ini.
Namun, Yesus mengetahui kegundahan hati itu. Dan sejak awal, Dia telah memberikan peneguhan tersebut. “Inilah Tubuhku” dan “Inilah Darah-Ku” adalah kata-kata peneguhan Yesus kepada para Murid di Perjamuan Malam Terakhir (Lih. 1Kor 11:23-26). Yang kita butuhkan bukanlah penalaran, logika atas mukjizat ekaristi itu, tetapi bagaimana kita mampu menerimanya dengan iman dan keyakinan yang teguh.
Dengan menerima Tubuh dan Darah-Nya, kita menyakini dan mengimani Kristus sebagai Roti Hidup. Dan karenanya, kita mempunyai tugas untuk mewartakan “wafat Tuhan sampai Ia datang” (1Kor 11:26).
… Hening Sejenak …