“Janganlah kamu Takut, Beritakanlah!”

“Janganlah kamu Takut, Beritakanlah!”

Hari Minggu Biasa XII [A]


Saudara terkasih,
Ketakutan membutakan kita. Rasa takut terkadang membuat kita tidak mampu berbuat apa-apa; tidak juga bergerak. Bahkan rasa takut juga mempengaruhi daya pikir kita yang berdampak pada tindakan kita sebagai umat beriman kristiani.

Ketakutan biasanya muncul karena adanya intimidasi, suatu keadaan ketika seseorang ditakut-takuti atau diancam atau digertak untuk melakukan sesuatu. Ketika Yesus bersabda: “Janganlah kamu takut” dalam bacaan Injil, Ia mungkin merujuk pada nabi Yeremia yang tidak takut pada berbagai intimidasi terhadap dirinya (Bacaan I). Yesus meyakinkan para muridnya untuk jangan takut terhadap intimidasi kekuatan duniawi yang sementara. Namun, “takutlah Dia yang berkuasa membinasakan jiwa maupun tubuh di dalam neraka”.

Selain Nabi Yeremia, para santo-santa telah memberi teladan untuk tidak takut dan tunduk pada intimidasi kekuasaan dunia. Iman, kepercayaan dan penyerahan diri mereka yang utuh kepada Tuhan. Santa Maria Goretti (1902) yang memiliki devosi mendalam kepada Yesus dengan berani mempertahankan kemurniaanya. Walaupun dalam keadaan terdesak, pentuh intimidasi, ia tetap setia kepada Tuhan. Ia ditikam, namun kemudian memaafkan sang pelaku, Alessandro.

Hidup kita pun penuh dengan intimidasi. karena itu, marilah kita senantiasa menemukan berbagai macam intimidasi, dan berani untuk mengalahkannya. Nabi Yeremia dan Santa Maria Goretti merupakan contoh nyata bawah ketakutan yang muncul karena intimidasi itu dapat dikkalahkan jika berpegang teguh pada sabda Allah. Karena Yesus telah bersabda: “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, akan Kuakui di depan Bapa-Ku yang di surga.”
Jangan takut, wartakanlah Kabar Sukacita!

… Hening Sejenak …