Hari Minggu Biasa V Yes. 58:7-10; Mzm. 112:4-5,6-7,8a,9; 1Kor. 2:1-5; Mat. 5:13-16.
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”
Mat 5:13
Saudara terkasih
Dalam Injil hari ini, Yesus masih menekankan pentingnya karakter seorang murid. Melanjutkan pesan kotbah di bukit tentang Sabda Bahagia, Yesus mengajarkan kepada para murid dan mereka yang mengikuti-Nya: “Kamu adalah garam dunia” [Mat 5:13]. Ajaran tentang menjadi garam dunia diikuti dengan penjelasan Yesus tentang “Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Dalam bahasa Yunani, kata tawar berasar dari kata Yunani μωρός [mōros] yang berarti bodoh [stupid] atau membuat bodoh [make foolish].
Yesus menekankan pentingnya menjadi garam dunia dan menghindari menjadi bodoh [tawar]. Sifat yang perlu dihindari sebagai pengikut Yesus adalah tawar atau bodoh. Namun, bodoh bukan karena ketidaktahuan [stupid] namun sikap bodoh yang lebih buruk yaitu menjadi bodoh [Make foolish]. Orang-orang yang tawar ialah mereka yang “menjadi bodoh”, orang-orang yang melakukan hal-hal bodoh walaupun sebenarnya mengetahui bahwa hal tersebut salah.
Menjadi garam dunia berarti beriman sepenuhnya kepada Yesus Kristus sebagai sumber kebenaran: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” [Mat 5:10]. Menjadi garam dunia berarti menghindari kebodohan spiritual yang berpura-pura tidak tahu akan kebenaran iman dan dengan mudah melakukan hal-hal bodoh. Menjadi garam dunia berarti “tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu” [Mat 5:15].
Maka, marilah kita menjadi pengikut Kristus yang siap menjadi garam dunia dan dengan demikian “terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” [5:16].
Salam Misioner
RDHJ