Hari Minggu Misi Sedunia ke-96 [Rangkuman Pesan Paus Fransiskus]
23 Oktober 2022
Saudara terkasih,
Hari ini, Gereja universal merayakan Hari Minggu Misi Sedunia [HMMS] yang ke-96. Tahun ini, kata-kata yang diucapkan Yesus setelah bangkit kepada murid-murid-Nya sebelum Kenaikannya ke surga menjadi tema HMMS: “Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saki-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” [Kis 1:8]. Kata-kata Yesus ini menegaskan bahwa pada dasarnya, Gereja itu bersifat misioner.
Paus menekankan pentingnya tiga hal mendasar sebagai murid-murid misioner: “kamu akan menjadi saksi-Ku”, “sampai ke ujung bumi” dan “kamu akan menerima kuasa Roh Kudus”.
1. “Kamu akan menjadi saksi-Ku”
Paus Fransiskus menegaskan hal ini sebagai “poin utama, inti pengajaran Yesus kepada para murid, alasan mereka dikirim ke dunia. Para murid harus menjadi saksi-saksi Yesus, berkat Roh Kudus yang akan mereka terima. Ke mana pun mereka pergi dan di mana pun mereka berada. Kristus adalah yang pertama-tama dikirim sebagai Misionaris oleh Bapa (bdk. Yoh. 20:21), dan dengan demikian Dia adalah “Saksi kasih setia” Bapa (lih. Why. 1:5). Dengan cara yang sama setiap orang Kristiani dipanggil untuk menjadi seorang misionaris dan saksi Kristus”.
2. “Sampai ke ujung bumi” – Relevansi abadi dari misi evangelisasi universal
“… ke Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”
(Kis. 1:8)
Di sini kita bisa melihat dengan jelas karakter universal misi para murid. Kita juga melihat ekspansi geografis gerakan “sentrifugal”, seolah-olah dalam lingkaran konsentris misi dimulai dari Yerusalem, yang menurut tradisi Yahudi sebagai pusat dunia, ke Yudea dan Samaria dan sampai ke “ujung bumi”. Para murid dikirim bukan untuk mengkristenkan orang (proselitisme), melainkan untuk mewartakan; orang Kristiani tidak melakukan kristenisasi.
Gereja Kristus akan terus “berangkat-pergi” menuju cakrawala geografis, sosial dan eksistensial baru, menuju “batas” tempat-tempat dan situasi-situasi manusia, untuk memberikan kesaksian tentang Kristus dan kasih-Nya kepada laki-laki dan perempuan dari setiap bangsa, budaya dan status sosial. Dalam pengertian ini, misi akan selalu menjadi missio ad gentes (misi kepada para bangsa), sebagaimana diajarkan oleh Konsili Vatikan II.
3. “Kamu akan menerima kuasa Roh Kudus” – Semoga kita selalu dikuatkan dan dibimbing oleh Roh.
Ketika Kristus yang bangkit menugaskan para murid untuk menjadi saksi-Nya, Dia juga menjanjikan kepada mereka rahmat yang dibutuhkan untuk tanggung jawab besar ini: “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu; dan kamu akan menjadi saksi-Ku” (Kis. 1:8). Menurut kisah dalam Kisah Para Rasul, justru setelah turunnya Roh Kudus atas para murid itulah, tindakan pertama bersaksi mengenai Kristus yang disalibkan dan bangkit terjadi. Pernyataan kerygmatik –“misioner” Santo Petrus kepada penduduk Yerusalem – meresmikan era di mana murid-murid Yesus menginjili dunia.
Sekali lagi, Paus menegaskan bahwa: “Roh adalah pelaku utama yang sejati dari misi. Dialah yang memberi kita kata yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan cara yang benar.”
Selamat Hari Minggu Misi Sedunia 2022
Salam Misioner
RDHJ23
_____
Teks Lengkap Pesan Paus di HMMS ke-96 2022 dapat dilihat di:
Teks Bahasa Indonesia:
Teks Bahasa Inggris – Italia