6 Oktober Peringatan fakultatif St. Bruno Gal. 3:1-5; MT Luk. 1:69-70,71-72,73-75; Luk. 11:5-13. Warna Liturgi Hijau
Saudara Terkasih,
Yesus melanjutkan katekesenya mengenai pentingnya berdoa sebagai jawaban atas permohonan para murid-Nya “Tuhan, ajarkanlah kami berdoa.” Secara lebih mendalam, Yesus menekankan tiga hal penting ketika kita berdoa. Berdoa digambarkannya dalam Injil hari ini dengan mengatakan: “Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” [Luk 11:9].
Dari tiga hal itu [meminta, mencari, dan mengetuk], Yesus menekankan pentingnya upaya manusia untuk “meminta” sebagai gambaran yang lebih lengkap dari sebuah sikap berdoa. Hal ini jelas dalam perumpamaan yang dilontarkan Yesus [Luk 11:10-11]. Rupanya dengan mengajarkan para murid-Nya berdoa, Yesus ingin menanamkan sikap ketergantungan mereka terhadap Allah. Demikian pula tindakan “meminta” atau memohon. Berdoa berarti meminta sesuatu kepada Allah, yang menempatkan ketergantungan kita sebagai anak terhadap Allah Bapa Tuhan kita.
Namun, doa sebagai sebuah “permintaan” memiliki beberapa ciri khas: hendaknya didasarkan pada: kehendak Tuhan:
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya”
[1Yoh 5:14];
Doa didasarkan pada keyakinan bahwa Allah akan mengampuni dan mengasihi kita “dan ampunilah kami akan dosa kami” [Luk 11:4: Dan 9:18]. Doa dan permintaan seorang kristiani hendaknya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, seperti yang disabdakan-Nya: “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak” [Yoh 14:13]. Dan tentunya, doa tersebut hendaknya didaraskan di dalam iman. Yesus bersabda: “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya” [Mat 21:22].
Sebagai murid-murid misioner, dengan iman yang bertumbuh dan berbuah, kita diajarkan sendiri oleh Yesus untuk dengan tekun meminta. Dengan penuh iman kita berdoa, bukan untuk memperkaya diri kita sendiri, bukan pula untuk membanggakan diri kita sendiri. Permintaan para murid yang siap diutus, murid-murid misioner ialah rahmat dan penyertaan Roh Kudus dalam tugas dan pewartaan kita. Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk “pergi sampai ke ujung dunia dan wartakanlah Injil”: Roh Kudus pelaku utama karya misioner. Karena itu, “mintalah” Roh Kudus dengan penuh iman dan di dalam nama Tuhan Kita Yesus Kristus. Karena Yesus bersabda:
“Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya”
[Luk11:13]
Salam Misioner
RDHJ