Renungan Misioner: 1 Oktober 2022 Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus Yes. 66:10-14c atau 1 Kor. 12:31-13:13; Mzm. 131:1,2,3; Bacaan Injil Mat. 18:1-5.
Saudara Terkasih,
Jawaban Yesus atas pertanyaan: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” [ ay. 1] dalam perikop ini [Mat 18:1-5] memberikan suatu aspek baru tentang Kerajaan Surga. Bagi Yesus, iman dan harapan akan Kerajaan Allah, tidak hanya didasarkan pada: yang terbesar atau yang terkecil. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga tersebut. Lalu, apa saja yang dapat kita lakukan untuk dapat masuk Kerajaan Surga?
Hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa syarat utama masuk Kerajaan Surga ialah dengan bersikap seperti seorang anak kecil. Melalui seorang anak kecil, Yesus mengajarkan kita untuk “bertobat dan menjadi seperti anak kecil” [ay. 3]; “merendahkan diri seperti anak kecil” [ay. 4] dan ketiga, “menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku” [ay. 5].
Figur “Anak kecil” menjadi tokoh sentral dalam pewartaan Yesus tentang memasuki Kerajaan Allah. Hal inilah yang kemudian menginspirasi gerakan dan semangat misi Gereja oleh anak dan remaja. Mgr Charles de Forbin Janson [1843], Pendiri Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner, mendorong semangat “children evangelizing children, children praying for the children, children helping children worldwide” sebagai bentuk karya misi yang dapat dilakukan dan dijadikan contoh bagi kita orang-orang dewasa.
St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Pelindung Karya Misi, memiliki hasrat yang mendalam untuk mewartakan Kristus. Dengan doa Teresia dari Kanak-kanak Yesus, semoga kita semakin diteguhkan sebagai misionaris-misionaris masa kini di manapun kita berada:
“Ya Yesusku! Aku berterima kasih kepada-Mu karena telah memenuhi salah satu keinginan terbesarku, yaitu memiliki saudara, imam, rasul […] Engkau tahu, Tuhan, bahwa ambisiku satu-satunya adalah untuk membuat-Mu dikenal dan dicintai”
[Doa Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus, 1985].
Salam Misioner
RDHJ