Angkatan yang Jahat?

Angkatan yang Jahat?

10 Oktober 
Hari Biasa
Gal. 4:22-24,26-27,31-5:1; 
Mzm. 113:1-2,3-4,5a,6-7; 
Luk. 11:29-32. 
Warna Liturgi Hijau

Saudara Terkasih, 

Injil hari ini menampilkan satu perkataan yang keras dari Yesus. Ia bersabda: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda nabi Yunus” [Luk 11:29]. Yesus mengungkapkan ekspresi kemarahannya bagi mereka yang tidak beriman dan cenderung ingin mencobainya dengan memohon tanda-tanda ajaib. Kemarahan Yesus terletak bukanlah soal tanda-tanda yang diyakini berasal dari Allah sendiri. Namun, terlebih pada ‘ketidakpercayaan’ manusia. Mereka meminta tanda untuk menguji Allah dan tidak didasarkan pada iman yang mendalam.

Sebagai orang beriman, memohon tanda atau mukjizat dari Tuhan bukanlah sesuatu yang salah. Namun dasar permohonan itulah yang menjadi penting ketika kita meminta suatu tanda. Tanda atau mukjizat merupakan perwujudan dari Sabda Allah. Allah terkadang memberi peringatan-peringatan atas dosa-dosa manusia. Dalam Perjanjian Lama, kita melihat tanda-tanda sebagai bentuk kuasa Tuhan atas manusia [Ul 34:10-12]. Nabi-nabi [Musa, Harun, Elisa, Elia termasuk Yunus] melakukan banyak tanda sebagai bagian dari otoritas Allah. Tanda-tanda dan mukjizat juga dibuat oleh Yesus sendiri dan Para Rasul-Nya dalam Perjanjian baru. Kisah parah Rasul mencatat:

“Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu”

[Kis 2:22, lih 2Kor 12:12]. 

Karena itu, tanda dan mukjizat hendaknya diminta dengan penuh iman. Kita pun dapat menjadi bagian dari generasi yang disebut sebagai angkatan yang jahat jika kita meminta sesuatu dari Tuhan tidak berdasarkan iman melainkan untuk mencoba dan menguji kebesaran Tuhan. 

Salam Misioner

RDHJ

en_USEnglish