Memperingati Sengsara Tuhan merupakan
sebuah perayaan Iman akan Allah yang
merendahkan diri-Nya untuk sengsara dan wafat bagi kita [Kenosis].
Untuk itu,
‘baperan’ hendaknya tetap memiliki dasar kebenaran Iman.
Jika tidak, maka kita membatasi Karya Keselamatan Tuhan hanya bagi diri kita masing-masing.
Paus Fransiskus nenekankan
“Tanpa kebenaran [Iman], emosi tidak
memiliki konten relasional dan sosial” [Fratelli Tutti 188].
Salam Misioner
IG: @habeljadera
youtube: RDHJ
Podcast: Play in new window | Download